Penguatan Euro ‘Sikat’ Dolar, Rupiah Melenggang di Akhir Pekan

Tekanan yang dialami dolar AS dari penguatan euro dan Paman Sam yang buruk mampu dimanfaatkan untuk melaju mulus sepanjang perdagangan Jumat (12/1) ini. Menurut laporan Index pukul 15.59 WIB, mata uang Garuda berhasil menyelesaikan transaksi akhir pekan ini dengan penguatan sebesar 47 poin atau 0,35% ke level Rp13.353 per dolar AS.

Sebelumnya, rupiah sudah ditutup naik 25 poin atau 0,19% di posisi Rp13.400 per dolar AS pada akhir perdagangan Kamis (11/1) kemarin. Tren positif mata uang NKRI berlanjut tadi pagi dengan menguat 44 poin atau 0,33% ke level Rp13.356 per dolar AS saat membuka . Sepanjang transaksi hari ini, spot praktis bergerak nyaman di zona hijau mulai awal hingga akhir dagang.

Dari pasar , indeks dolar AS dikabarkan mengalami penurunan pada hari Jumat ini, setelah data produsen Paman Sam dilaporkan melemah, sedangkan euro menikmati dukungan yang solid usai Bank Sentral Eropa (ECB) mengisyaratkan untuk memangkas stimulus moneter mereka secara masif. Mata uang Paman Sam terpantau mengalami penurunan ke level 91,814 pagi tadi, sedangkan euro naik 0,2% ke posisi 1,2050 dolar AS.

Reuters mengabarkan, mata uang tunggal Benua Eropa telah melakukan rally sejak Kamis kemarin, setelah risalah rapat ECB bulan Desember mengatakan bahwa bank tersebut dapat meninjau kembali sikap mereka di awal 2018, meningkatkan harapan untuk mengurangi stimulus moneter secara luas. Investor mengambil pernyataan yang relatif hawkish tersebut sebagai sinyal lebih lanjut bahwa ECB akan menurunkan skema 2,55 triliun euro tahun ini.

“Euro menguat terhadap dolar AS beberapa menit setelah ECB menunjukkan nada hawkish,” ujar seorang pedagang senior di Heraeus Precious Metals di New York, John Lawrence. “Penguatan yang dialami mata uang Benua Biru ini berpotensi meningkatkan permintaan emas lantaran membuat harga bullion dalam dolar AS menjadi lebih murah untuk investor Eropa.”

Pelemahan yang dialami dolar AS juga dipicu data Paman Sam yang menunjukkan kenaikan pada klaim pengangguran dan penurunan indeks harga produsen. Klaim pengangguran mingguan AS tercatat bertambah 11.000 menjadi 261.000 jiwa, sedangkan data producer price index (PPI) AS periode Desember 2017 mengalami perlambatan menjadi minus 0,1%, lebih rendah dari proyeksi pasar.

Loading...