Pengolahan Manisan Lidah Buaya Mampu Tingkatkan Peluang Usaha yang Menguntungkan

Manisan Lidah Buaya - www.tokopedia.com

Lidah buaya dikenal masyarakat sebagai tumbuhan yang berkhasiat untuk menjaga dan keindahan rambut maupun kulit. Namun , bertekstur lembut dan kenyal ini ternyata juga dapat diolah menjadi yang memiliki rasa yang nikmat. Salah satu yang merupakan hasil olahan ini adalah manisan lidah buaya.

Rasa manisan lidah buaya ini kerap dianggap nikmat. Tak heran jika membuat banyak penikmatnya merasakan ketagihan. Bagi Anda yang belum pernah mencobanya, mungkin akan terasa aneh. Namun pada kenyataannya, manisan lidah buaya telah banyak tersedia di maupun supermarket.

Selain rasanya yang nikmat, manisan lidah buaya ini juga dianggap memiliki banyak bagi tubuh manusia. Gel lidah buaya diyakini mampu meningkatkan kekebalan tubuh, maka dengan inilah lidah buaya mampu menghambat kerja virus HIV, serta memberikan stimulasi terhadap sistem kerja kekebalan tubuh pada AIDS. Tak hanya itu, lidah buaya juga kaya akan kalsium, zat besi, zinc, magnesium, tembaga, kalium, dan mangan yang bersifat anti-inflamasi dan antibakteri yang membantu detoksifikasi tubuh.

Serta adanya kandungan vitamin B12, yang biasanya terkandung pada makanan hewani, juga terdapat pada tumbuhan aloe vera ini. Kandungan vitamin tersebut, diyakini penting dalam penciptaan sel darah merah baru. Sehingga baik untuk dikonsumsi oleh vegetarian.

pengolahan lidah buaya menjadi manisan ini terbilang sangat mudah. Kemudahan dalam pembuatan manisan dapat dimanfaatkan sebagai peluang usaha yang menguntungkan. Karena manisan lidah buaya merupakan salah satu menu olahan lidah buaya yang banyak dicari oleh masyarakat.

Pengolahan lidah buaya menjadi aneka makanan ini juga dilakukan oleh para ibu di Pedukuhan Kedundang 3, Desa Kedundang, Kecamatan Temon. Berkat usaha dan kreativitas ibu-ibu tersebut, tanaman berlendir ini mampu diolah menjadi aneka penganan yang nikmat.

Para ibu yang tergabung dalam Kelompok Asuh Keluarga Binangun (KAKB) Tunggak Semi mampu menciptakan beberapa produk berbahan lidah buaya, misalnya keripik, cendol, manisan, madu, selai, sirup, hingga kapsul ekstrak lidah buaya. Dimulai pada tahun 2014, aktivitas warga dalam kelompok ini, masih berkembang hingga sekarang.

“Produknya dipasarkan ke toko-toko besar di Kulonprogo, 2- pusat oleh-oleh di Yogya, dan juga ada reseller dari Jakarta, Bandung, Bogor, Madiun, Solo, Klaten, bahkan Bali,” jelas Siwidiati, Ketua KAKB Tunggak Semi, dilansir dari TribunJogja.

Mulanya, produksi pengolahan lidah buaya menjadi manisan dan produk lainnya, berawal dari usaha pribadi Siwidati. Kemudian muncul sebuah tawaran dari pihak desa tempat tinggalnya untuk membuat suatu kelompok usaha sebagai bentuk pemberdayaan warga, utamanya para ibu. Melihat potensi dari pengelolaan lidah buaya yang kian positif, aktivitas produksi lantas dilakukan secara kontinu dengan disertai pelatihan pendukung lainnya.

Loading...