Angka Pengangguran Nyaris 10 Juta, Rupiah Ditutup Melemah

Rupiah - okezone.comRupiah - okezone.com

JAKARTA – kembali terbenam di zona merah pada perdagangan Jumat (5/3) sore karena tertekan berbagai sentimen, termasuk pengangguran di Indonesia yang dikabarkan mendekati angka 10 juta orang. Menurut catatan Index pada pukul 14.58 WIB, mata uang Garuda ditutup melemah 33,5 poin atau 0,23% ke level Rp14.300 per AS.

Sementara itu, data yang diterbitkan pukul 10.00 WIB menempatkan kurs acuan Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) berada di posisi Rp14.371 per dolar AS, terdepresiasi 72 poin atau 0,5% dari sebelumnya di level Rp14.299 per dolar AS. Di saat yang hampir bersamaan, hampir semua mata uang juga tidak berdaya melawan greenback, menyisakan yen Jepang, dolar Taiwan, dan won Korea Selatan di zona hijau.

Menurut Direktur PT TRFX Garuda Berjangka, Ibrahim, seperti dikutip dari Bisnis, pergerakan rupiah salah satunya dipengaruhi sentimen dari dalam negeri, termasuk jumlah pengangguran yang mencapai 10 juta orang pada tahun 2020. Pelaku juga tengah menantikan langkah untuk mendorong kenaikan investasi guna mengejar target pertumbuhan ekonomi sebesar 5%.

Dari pasar global, indeks dolar AS bertahan di dekat posisi tertinggi tiga bulan pada hari Jumat setelah Gubernur Federal Reserve, Jerome Powell, terjebak dengan retorika dovish meskipun ada lonjakan volatilitas pasar obligasi baru-baru ini. Mata uang Paman Sam terpantau menguat tipis 0,002 poin ke level 91,633 pada pukul 10.51 WIB.

Dilansir dari Reuters, greenback melonjak setelah Powell mengatakan aksi jual di US Treasury pada pekan lalu adalah ‘penting dan menarik perhatian’ tetapi tidak ‘tidak teratur’ atau kemungkinan akan mendorong suku bunga jangka panjang bergerak tinggi sehingga Fed mungkin harus melakukannya. campur tangan lebih kuat. Ia menegaskan kembali komitmen untuk mempertahankan kebijakan moneter yang sangat longgar sampai ekonomi ‘berada stabil di jalur menuju pemulihan’.

Pernyataan Powell menghidupkan kembali penjualan di Treasury, dengan patokan imbal hasil Treasury 10 tahun melonjak kembali di atas 1,5% dan naik setinggi 1,5830% di pasar Asia. Minggu lalu, obligasi sudah melonjak ke puncak tiga bulan di level 1,614%. Akibatnya, mata uang berisiko, termasuk dolar Australia dan dolar Selandia Baru, tergelincir bersama dengan karena sentimen investor kembali memburuk.

Loading...