Pemeriksaan Secara Menyeluruh, Biaya Ekokardiografi Mulai Rp600 Ribuan

Seperti diketahui, jantung adalah salah satu pembunuh nomor satu di dunia. Menurut catatan World Health Organization (WHO), hingga tahun 2014 lalu, 30 persen dari total kematian di disebabkan oleh penyakit jantung dan pembuluh darah (kardiovaskular). Melihat tersebut, penting bagi untuk rutin melakukan medical check-up guna mencegah sedini mungkin risiko terkena penyakit jantung.

Ada beberapa macam medical check-up jantung yang dapat dilakukan, salah satunya ekokardiografi. Ini adalah pemeriksaan jantung dengan ultrasonografi (USG) yang bertujuan untuk melihat keseluruhan kondisi jantung. “Pemeriksaan ini dapat melihat hampir semua struktur susunan jantung, seperti bagaimana ketebalan otot jantung, kondisi katup jantung, hingga kondisi rongga jantung,” jelas dr. Starry H. Rampengan, SpJP(K), FIHA, MARS.

“Selain itu, ekokardiografi juga dapat melihat kondisi pembuluh aorta,” sambung dr. Starry. “Bahkan, pemeriksaan ini juga dapat mendeteksi hal-hal yang tidak normal lainnya dalam rongga jantung, seperti apakah ada tumor atau gumpalan darah dan juga dapat menilai fungsi jantung dan kemampuan pompa jantung.”

Secara umum, ada 4 ekokardiografi yang sering dilakukan, yaitu Transthoracal Echocardiography, Transsesophageal Echocardiography, Fedal Echocargraphy, dan Stress Stress Echocargraphy. Dokter sendiri akan merekomendasikan pemeriksaan ekokardiografi ini jika ditemukan gejala dan penyakit jantung, seperti sakit dada, sesak napas, dan juga tanda-tanda gagal jantung.

Meski merupakan tes menyeluruh, namun besaran yang diperlukan untuk melakukan pemeriksaan ekokardiografi ini masih cukup terjangkau. Untuk satu kali pemeriksaan, pasien minimal merogoh kocek mulai Rp600.000.  Di RSUD Dr. Soetomo Surabaya, pemeriksaan ekokardiografi untuk Silver dikenakan mulai Rp571.000, sedangkan Paket Gold membutuhkan Rp1.315.000. Sementara, di Klinik Prodia, ekokardiografi plus general medical check-up dikenakan mulai Rp3,5 juta hingga Rp3,6 juta.

Loading...