Pemerataan Kawasan Industri, Peluang Emas untuk Pengembangan Bisnis Furnitur Jepara

Jakarta – Pemerataan kawasan di Indonesia akan mendongkrak pengolahan non-migas dan meningkatkan tingkat efisiensi operasional . Hal inilah yang disampaikan oleh Perindustrian Saleh Husin ketika mengunjungi lokasi rencana kawasan industri di desa Balong, Kecamatan Kembang, Kabupaten Jepara, Tengah.

“Adanya rencana kawasan industri yang terintegrasi pelabuhan laut berpotensi memperkuat industri Jepara, bahkan Jawa Tengah serta pada umumnya. Industri furnitur yang menjadi ikon Jepara juga diuntungkan karena berkembang terpadu dan mendapat akses yang lebih luas untuk ekspor nantinya,” kata Saleh dalam keterangan tertulisnya, kemarin (17/4).

Industri furnitur dipandang sebagai salah satu industri prioritas yang didukung oleh sumber bahan baku berupa , rotan maupun bambu, dan ketersediaan tenaga kerja yang melimpah.

Daya saing ini patut diperhitungkan karena mengandalkan bahan baku alami yang melimpah, membawa ciri lokal, serta ditunjang SDM yang berkompeten.

“Ukiran Jepara merupakan salah satu kekayaan intelektual dengan kearifan lokal yang dapat meningkatkan nilai tambah industri furnitur dan kerajinan kayu,” ungkap Saleh.

Untuk diketahui, Jepara merupakan sebuah daerah di Jawa Tengah yang dikenal memiliki keragaman industri pengolahan non-migas. Industri yang berkembang di Jepara diantaranya adalah industri ukir, kerajinan akar dan patung, kerajinan monel dan emas, keramik, tenun ikat troso, kue, roti, rokok kretek, konveksi serta anyaman bambu.

Loading...