Pelemahan Wall Street Menipis, Rupiah Berakhir Pekan di Zona Merah

Rupiah terpaksa menutup sesi dagang akhir pekan (24/3) ini di zona merah usai indeks AS kembali mendapatkan ruang gerak menyusul pelemahan Wall Street yang menipis. Menurut Bloomberg Index pada pukul 15.59 WIB, Garuda menutup dengan pelemahan 2 poin atau 0,02% ke level Rp13.327 per dolar AS.

Rupiah mengawali hari ini dengan dibuka naik sangat tipis, 1 poin atau 0,01%, ke posisi Rp13.324 per dolar AS. Istirahat siang, mata uang Garuda berbalik melemah 1 poin atau 0,01% ke level Rp13.326 per dolar AS. Jelang penutupan atau pukul 15.45 WIB, spot kembali bergerak menguat 2 poin atau 0,01% ke Rp13.323 per dolar AS, namun gagal dipertahankan hingga akhir dagang.

Indeks dolar AS sepanjang hari mampu bergerak menguat meski voting mengenai Obamacare batal dilakukan pada Kamis (22/3) malam waktu setempat. Setelah dibuka melemah tipis 0,01% ke level 99,755, the greenback mampu berbalik menguat 0,19% ke level 99,948 pada pukul 10.34 WIB, dan kemudian kembali merangkak naik 0,18 poin atau 0,18% ke posisi 99,94 pada pukul 14.07 WIB.

Sebelumnya, penundaan voting yang seharusnya dilakukan pada kemarin malam awalnya menekan pergerakan dolar AS dan saham, tetapi the greenback kembali mendapat ruang gerak karena imbal hasil surat berharga berbalik menguat setelah pelemahan saham Wall Street menipis. “Investor menjual dolar AS di tengah asumsi RUU Kesehatan tidak akan disetujui, tetapi beberapa posisi tersebut terlihat berbalik,” kata Branch Manager State Street Bank and Trust, Bart Wakabayashi.

Donald Trump sendiri telah memperingatkan anggota parlemen Republik bahwa ia akan meninggalkan Obamacare dan beralih ke reformasi pajak jika mereka tidak mendukung undang-undang kesehatan yang baru dalam voting hari ini. “Fokus global saat ini bergeser ke bagaimana Trump dapat meloloskan RUU Kesehatan, dan dari apa ia dapat meloloskan RUU,” sambung Wakabayashi.

Sementara itu, Bank Indonesia siang tadi menetapkan kurs tengah berada di level Rp13.329 per dolar AS, naik 3 poin atau 0,02% dibandingkan perdagangan kemarin di posisi Rp13.332 per dolar AS. Di saat yang sama, mayoritas mata uang terlihat tak berdaya melawan dolar AS, dengan pelemahan terdalam dialami yen Jepang sebesar 0,32%, disusul baht Thailand sebesar 0,23%.

Loading...