Rabu Sore, Rupiah Menguat Jelang Pelantikan Joe Biden

Rupiah - nasional.tempo.coRupiah - nasional.tempo.co

JAKARTA – mampu menjaga posisi di teritori hijau hingga perdagangan Rabu (20/1) sore memanfaatkan pelemahan yang dialami greenback, jelang pelantikan terpilih, Joe Biden. Menurut paparan Index pada pukul 14.59 WIB, mata uang Garuda ditutup menguat 30 poin atau 0,21% ke level Rp14.035 per AS. 

Sementara itu, berdasarkan data yang diluncurkan pukul 10.00 WIB, acuan Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) berada di posisi Rp14.065 per , menguat 21 poin atau 0,14% dari transaksi sebelumnya di level Rp14.086 per . Di saat yang bersamaan, mayoritas mata uang Asia kompak mengungguli greenback, dengan kenaikan tertinggi sebesar 0,24% dialami won Korea Selatan.

Seperti diberitakan Reuters, mata uang Benua Kuning mampu memanfaatkan dolar AS yang tertekan lantaran ada pernyataan dari Janet Yellen, calon kuat Menteri Keuangan AS, bahwa Negeri Paman Sam masih membutuhkan stimulus fiskal untuk mengatasi dampak pandemi COVID-19. Namun, stimulus tersebut dapat membuat beban utang semakin berat lantaran penerimaan belum dapat diandalkan.

“Bias stimulasi dari kebijakan pemerintahan Joe Biden yang akan datang sekali lagi menjadi pusat perhatian pasar,” kata analis ANZ dalam sebuah catatan kepada klien. “Namun, perbedaan antara ekspektasi refleksi dan data yang lemah saat ini mungkin akan berlanjut untuk sementara waktu lebih lama, membatasi sisi atas untuk mata uang seperti dolar Selandia Baru.”

Saat ini, dunia sedang menantikan pelantikan Joe Biden sebagai presiden AS terpilih, yang akan dilakukan pada hari ini waktu Washington. Pidato pembukaan biasanya diadakan sekitar pukul 11.30 waktu setempat atau pukul 23.00 WIB. Sementara, Joe Biden dan Kamala Harris dijadwalkan melakukan sumpah pada tengah hari sebelum menempati Gedung Putih selama empat tahun ke depan.

Tidak seperti pelantikan presiden AS sebelum-sebelumnya, suasana Washington saat ini cenderung sepi. Tidak ada perayaan-perayaan di pinggir jalan, tidak ada hiasan, serta tidak ada turis dari luar kota. Pemandangan itu digantikan puluhan ribu personel Garda Nasional yang ditempatkan di berbagai sudut kota, dengan konsentrasi terbesar di US Capitol, gedung tempat pelantikan presiden terpilih. 

Loading...