Senin Sore, Rupiah Loyo Usai PDB Indonesia Cuma Tumbuh 5,05%

Rupiah melemahRupiah melemah pada perdagangan Senin (5/8) sore - market.bisnis.com

JAKARTA – Rupiah gagal merangsek ke teritori hijau pada perdagangan Senin (5/8) sore, setelah pertumbuhan ekonomi kuartal kedua 2019 dilaporkan hanya tumbuh sebesar 5,05% secara tahunan. Menurut paparan Index pada pukul 15.59 WIB, mata uang Garuda melemah 70 poin atau 0,49% ke level Rp14.255 per .

Sementara itu, siang tadi Bank Indonesia menetapkan kurs tengah berada di posisi Rp14.231 per dolar , terdepresiasi 28 poin atau 0,20% dari perdagangan sebelumnya di level Rp14.203 per dolar . Di saat yang bersamaan, mayoritas mata uang Asia juga tidak berdaya melawan greenback, dengan pelemahan terdalam sebesar 1,437% dialami yuan China.

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan bahwa () Indonesia sepanjang kuartal kedua 2019 hanya tumbuh sebesar 5,05% secara tahunan atau melambat dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar 5,27%. Pertumbuhan ekonomi Indonesia masih ditopang oleh konsumsi yang mampu tumbuh 5,17%.

“Secara kumulatif, pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal I sampai dengan kuartal II 2019 dibandingkan kuartal I sampai dengan kuartal II 2018 tumbuh 5,06%,” jelas Kepala BPS, Suhariyanto. “Perlu jadi catatan bahwa situasi politik pada kuartal II 2019 agak disayangkan kurang mendukung. Jadi, salah satu alasan juga sehingga kita perlu perbaiki stabilitas politik, kepastian hukum, dan regulasi.”

Dari global, indeks dolar AS sebenarnya masih bergerak labil pada hari Senin, di tengah ancaman Presiden Donald AS, Donald Trump, yang akan mengenakan baru terhadap asal China senilai 300 miliar dolar AS. Mata uang Paman Sam terpantau melemah 0,048 poin atau 0,05% ke level 98,026 pada pukul 14.02 WIB.

Diberitakan Reuters, yuan China jatuh memimpin pelemahan dan turun melampaui level 7 yuan terhadap greenback untuk pertama kalinya sejak 2008, di tengah spekulasi bahwa pemerintah tidak menahan depresiasi lebih lanjut untuk melawan ancaman tarif terbaru Trump. Pekan lalu, yuan merosot 0,9%, pelemahan terbesar sejak Mei, ketika Trump tiba-tiba mengancam akan mengenakan tarif baru terhadap impor asal Negeri Panda.

Loading...