PDB AS Naik, Rupiah Tetap Menguat di Awal Pekan

Rupiah menguat senin pagiRupiah menguat pada perdagangan Senin (23/12) pagi - www.satuharapan.com

JAKARTA – tetap mampu melaju di zona hijau pada perdagangan Senin (23/12) pagi meski data () kuartal III/2019 menunjukkan kenaikan moderat. Menurut paparan Bloomberg Index, Garuda membuka dengan menguat 13 poin atau 0,10% ke level Rp13.965 per AS. Sebelumnya, spot ditutup naik 7 poin atau 0,05% di Rp13.978 per AS pada akhir pekan (20/12) kemarin.

Jumat waktu setempat, Departemen Perdagangan AS melaporkan bahwa PDB AS tumbuh 2,1% secara tahunan sepanjang kuartal ketiga tahun 2019. Negeri Paman Sam kurang lebih mempertahankan laju ekspansi moderat saat tahun berakhir, didukung oleh pasar tenaga kerja yang kuat. Sebelumnya, pertumbuhan mencapai angka 2,0% sepanjang April hingga Juni.

Meskipun pembacaan tidak direvisi, yang sejalan dengan ekspektasi ekonom, pengeluaran konsumen lebih kuat dari yang dilaporkan sebelumnya. Ada juga peningkatan belanja bisnis pada struktur non-perumahan seperti infrastruktur listrik. Itu mengimbangi revisi ke bawah untuk dalam pembangunan kembali dan akumulasi inventaris. Impor, yang merupakan hambatan bagi pertumbuhan PDB, di sisi lain, lebih tinggi dari perkiraan sebelumnya.

Walaupun pertumbuhan ekonomi AS dilaporkan cukup baik, tidak memengaruhi pergerakan rupiah pada hari ini. Menurut analis Trade Point Futures, Deddy Yusuf Siregar, serta ekonom Bank Permata, Josua Pardede, seperti dilansir Kontan, rupiah mendapatkan momentum menguat karena Bank Indonesia menahan suku bunga acuan.

Namun, Deddy memperkirakan rupiah akan bergerak terbatas dan berpotensi melemah pada hari ini, karena ada aksi ambil untung jelang liburan akhir tahun. Ia memprediksi spot akan bergulir di rentang Rp13.970 hingga Rp14.000 per dolar AS. Sementara itu, menurut hitungan Josua, langkah rupiah akan tertahan data ekonomi AS, dan bakal bergerak pada kisaran Rp13.950 hingga Rp14.010 per dolar AS.

Loading...