PBB: Populasi Penduduk Dunia Mencapai 9,8 Miliar Orang Tahun 2050

Populasi Penduduk Dunia - www.inioke.com

Perserikatan Bangsa-Bangsa () memprediksi pada tahun 2050 akan meningkat menjadi 9,5 miliar orang dipicu oleh yang pesat di Afrika. Berdasarkan PBB, tahun 2050 mendatang separuh dari pertumbuhan penduduk dunia terpusat pada 9 negara saja, antara lain India, Nigeria, Kongo, Pakistan, Ethiopia, Tanzania, Amerika Serikat, Uganda, dan Indonesia.

Tahun 2030 populasi dunia diprediksi tumbuh menjadi 8,6 miliar, tahun 2050 tumbuh 9,8 miliar, dan tahun 2100 tumbuh menjadi 11,2 miliar penduduk. Pada Rabu lalu Departemen Urusan dan Sosial PBB melaporkan Prospek Populasi Dunia: Revisi 2017 dan mengubah prediksi sebelumnya untuk pertumbuhan penduduk dari 8,5 miliar pada tahun 2030 dan 9,7 miliar pada tahun 2050.

Hingga kini India tercatat sebagai negara dengan penduduk terpadat kedua di dunia dengan 1,3 miliar penduduk setelah China yang memiliki 1,4 miliar penduduk. Tetapi populasi India diperkirakan melampaui China tahun 2024.

Sedangkan Afrika mengalami pertumbuhan penduduk yang kian tinggi. PBB memprediksi, antara tahun 2017 dan 2050, populasi 26 negara Afrika akan meningkat hingga 2 kali lipat dari populasi mereka saat ini. “Populasi Afrika terkenal karena pertumbuhannya yang cepat, diantisipasi bahwa setengah dari pertumbuhan populasi antara saat ini dan 2050 akan berlangsung di tersebut. Di sisi lain, diperkirakan populasi Eropa akan sedikit menurun dalam beberapa dekade mendatang,” ujar Jon Wilmoth, Direktur Divisi Populasi PBB, seperti diwartakan CNBC.

Sementara itu populasi penduduk Indonesia diperkirakan menembus angka 300 juta pada tahun 2050 mendatang. Dari total populasi tersebut, proporsi usia produktif di Indonesia (umur 14-64 tahun) menyumbang jumlah tertinggi, yakni lebih dari 200 juta orang.

Menurut studi PBB, tingkat harapan hidup penduduk Indonesia tahun 2050 juga akan mendekati usia 75 tahun. Tetapi angka tersebut rupanya masih ada di bawah rata-rata harapan hidup kawasan Asia dan Asia Tenggara yang ada pada rentang 75-80 tahun.

Secara global, harapan hidup telah meningkat dari 65 tahun untuk pria dan 69 tahun untuk wanita pada tahun 2000-2005, menjadi 69 tahun untuk pria dan 73 tahun untuk wanita pada tahun 2010-2015. Menurut Wilmoth, negara dengan populasi yang sedang tumbuh akan mengalami konsentrasi orang-orang usia produktif yang menyebabkan pertumbuhan pendapatan per kapita meningkat secara cepat.

“Di sisi lain, di negara-negara dengan populasi yang tumbuh dengan cepat, pergeseran ke atas dalam distribusi usia menantang keberlanjutan perlindungan sosial, terutama pensiun dan perawatan kesehatan usia tua, karena penurunan rasio pekerja menjadi pensiunan,” tandasnya.