PBB: Kebijakan Trump Membuat Kemiskinan di AS Semakin Mengkhawatirkan

PBB: Kebijakan Trump Membuat Kemiskinan di AS Semakin Mengkhawatirkan

Seorang pakar Perserikatan Bangsa-Bangsa () mengecam tingkat kemiskinan yang mengkhawatirkan di Amerika Serikat pada Jumat (15/12) lalu dengan mengatakan bahwa situasi kemiskinan makin memburuk di bawah kepemimpinan . Berdasarkan pemantauan utusan PBB, lebih dari 1 dari 8 orang Amerika hidup di bawah garis kemiskinan. Akan tetapi pejabat PBB mengingatkan jika jumlah tersebut kemungkinan akan meningkat seiring dengan rencana reformasi pajak baru yang digagas Republik.

Philip Alston, pelapor khusus PBB mengenai kemiskinan ekstrem dan hak asasi manusia telah melakukan kunjungan resmi 2 minggu di Amerika Serikat untuk mempelajari hal tersebut. Dalam kunjungannya ke beberapa bagian AS dan Puerto Riko, Alston merinci beberapa contoh kemiskinan yang ia temukan selama kunjungannya, yakni cacing tambang yang menyerang beberapa komunitas di Selatan dan pekerja Wal-Mart mengandalkan kupon makanan dari .

Selain itu, anak-anak yang dibesarkan dalam kemiskinan ternyata tak memiliki akses terhadap perawatan kesehatan, gizi berkualitas, atau pendidikan layak. Yang lebih parah, orang-orang miskin sering keluar-masuk penjara dan membuat sebagian besar dari mereka tidak memiliki hak pilih dalam pemilu karena memiliki kriminal.

Alston pun mengkritik sejumlah kebijakan pemerintahan yang dinilai akan menyebabkan peningkatan kemiskinan, antara lain seperti kongres yang berusaha untuk melakukan reformasi pajak. “Kebijakan ini jika diterapkan akan mewakili peningkatan dramatis dalam ketidaksetaraan di Amerika Serikat,” ujar Alston, seperti dilansir DW.

Orang-orang dalam Partai Republik juga bermaksud untuk memangkas kesejahteraan penting tahun depan untuk melakukan pemotongan pajak sebesar USD 1,5 triliun yang dinilai bisa merugikan kehidupan orang Amerika. “Konsekuensi untuk sistem proteksi sosial yang sudah terlalu banyak dan tidak pasti cenderung berakibat fatal bagi banyak , dan mungkin juga bagi mereka yang mengandalkannya,” jelasnya.

Alston pun berpendapat jika saat ini AS memiliki tingkat mobilitas sosial terendah dari negara-negara kaya manapun. Terlebih karena orang-orang miskin tidak memiliki kesempatan untuk mengutarakan suara mereka, sehingga tak ada kesempatan untuk memberikan pengaruh dalam kebijakan publik.

Kemiskinan saat ini menjadi aspek yang cukup mengkhawatirkan di AS. Pasalnya Trump telah berjanji untuk meningkatkan prospek ekonomi di AS. Akan tetapi banyak kebijakannya terutama berkaitan dengan UU perpajakan yang dikritik karena dinilai akan memperlebar kesenjangan antara si kaya dan si miskin di negara tersebut. Berdasarkan data sensus AS, sebanyak 40 juta orang hidup dalam kemiskinan di AS, hampir setengah dari mereka hidup dalam kemiskinan yang parah.

Loading...