Pasca The Fed Naikkan Suku Bunga, Rupiah Asyik Melaju ke Zona Hijau

rupiah - www.cnbc.comrupiah - www.cnbc.com

Jakarta dibuka 29 poin atau 0,21 persen ke posisi Rp 13.561 per dolar di awal pagi hari ini, Kamis (14/12). Sebelumnya, Rabu (13/12) Garuda berakhir terdepresiasi 0,12 persen atau 16 poin ke level Rp 13.590 per dolar usai diperdagangkan pada rentang angka Rp 13.577 hingga Rp 13.605 per USD.

Sentimen kenaikan suku bunga Amerika Serikat tampaknya justru memberi peluang bagi rupiah untuk melaju ke zona hijau. Pada Rabu waktu setempat (Kamis WIB), Federal Reserve memutuskan untuk menaikkan suku bunga acuannya sebesar 25 basis poin sekaligus mencatatkan kenaikan suku bunga ketiga sepanjang tahun 2017 ini.

“Mengingat realisasi dan ekspektasi kondisi-kondisi kerja serta inflasi, Komite ( Terbuka Federal) memutuskan untuk menaikkan target tingkat suku bunga federal fund dari 1,25 persen menjadi 1,50 persen,” demikian bunyi pernyataan The Fed, Kamis (14/12), seperti dilansir Antara.

Para pejabat The Fed kabarnya membayangkan 3 kali kenaikan suku bunga lagi pada tahun 2018 depan. Pejabat The Fed juga mempertahankan penilaian mengenai dan pasar kerja secara keseluruhan, serta masih prihatin dengan angka inflasi AS. “Informasi yang diterima sejak Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) bertemu pada November mengindikasikan bahwa pasar tenaga kerja terus menguat dan aktivitas telah meningkat pada tingkat yang solid,” imbuh The Fed.

Berdasarkan perkiraan para pejabat The Fed, ekonomi AS akan mengalami pertumbuhan 2,5 persen pada 2017 dan 2018, lebih tinggi dari perkiraan mereka pada September yang memproyeksikan pertumbuhan ekonomi sebesar 2,4 persen pada 2017 dan 2,1 persen pada 2018. Dengan pertumbuhan lapangan kerja yang positif belakangan ini, maka pejabat The Fed memperkirakan tingkat pengangguran tetap di level 4,1 persen di akhir 2017, lebih rendah dari prediksi September sebesar 4,3 persen.

Selain sentimen The Fed, para pelaku pasar tengah menantikan pengumuman hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) yang akan dirilis hari ini. Menurut Ekonom Bank Permata Josua Pardede, (BI) diprediksi mempertahankan suku bunga acuan di level 4,25 persen, dengan suku bunga Deposit Facility dan Lending Facility masing-masing tetap sebesar 3,5% dan 5%.

“Mempertimbangkan pergerakan rupiah terhadap dolar ini, stance kebijakan moneter Bank Indonesia diperkirakan netral dengan suku bunga acuan diperkirakan akan dipertahankan tetap di level 4,25% serta menetapkan suku bunga DF dan LF di level 3,5% dan 5,0% pada RDG bulan ini. Setelah rapat FOMC, tekanan rupiah diperkirakan mereda dan rupiah diperkirakan cenderung stabil di level Rp 13.500/ hingga akhir tahun ini,” kata Josua.

Loading...