Pasca Putusan The Fed, BI Pertahankan Suku Bunga di 4,75%

Jakarta (BI) pada hari Kamis (15/12) lalu memutuskan untuk mempertahankan acuan pada level 4,75% untuk dua bulan berturut-turut. Hal ini dilakukan sebagai bentuk antisipasi atas kemungkinan arus keluar yang kemungkinan terjadi setelah kenaikan oleh AS.

Keputusan BI ini juga sejalan dengan pendapat dari seluruh 23 ekonom yang disurvei oleh Reuters. Seluruh ekonom memprediksi Bank Indonesia akan mempertahankan suku bunga.

BI yang telah menurunkan suku bunga acuannya sebanyak 6 kali sejak Januari di tengah penurunan inflasi, mengatakan bahwa pelonggaran moneter sebelumnya dapat terus mendorong momentum pertumbuhan . BI juga menyadari risiko pembalikan modal terkait ketidakpastian kebijakan AS dan menjaga langkah-langkah stabilisasi sesuai dengan tukar yang mendasar.

Capital Economics mengatakan, “Dengan suku bunga di AS yang kemungkinan akan naik lagi tahun depan, kami berpikir bahwa siklus pelonggaran BI kini telah berakhir.”

Tekanan pada telah datang sejak pemilihan presiden Amerika Serikat pada 8 November lalu dan telah menimbulkan ruang yang terbatas untuk pelonggaran lebih lanjut. Pergolakan tambahan kemungkinan akan terjadi mengingat perkiraan terkait pengetatan yang lebih cepat pada 2017.

Menurut Bank Indonesia, “Pengembangan semacam itu dapat berpotensi meningkatkan biaya pinjaman di pasar keuangan global.” Usai pengumuman The Fed pada Kamis lalu, kurs rupiah melemah menjadi sekitar Rp 13.380 per .

Loading...