Pasca Pidato Jerome Powell, Rupiah Melemah Tipis di Pembukaan

rupiah - www.dreamstime.com

Jakarta mengawali pagi hari ini, Rabu (29/11) dengan pelemahan tipis sebesar 2 poin atau 0,01 persen ke posisi Rp 13.512 per AS. Kemarin, Selasa (28/11), rupiah berakhir 0,01 persen atau 2 poin ke level Rp 13.510 per USD usai diperdagangkan pada rentang angka Rp 13.493 hingga Rp 13.531 per AS.

Indeks dolar AS yang mengukur pergerakan the Greenback terhadap sejumlah mata uang utama terpantau 0,45 persen menjadi 93,318 di akhir perdagangan Selasa atau Rabu pagi WIB usai calon Ketua , Jerome Powell menuturkan bahwa ia memperkirakan akan melanjutkan pengetatan kebijakan moneter dan mengurangi beban peraturan pada .

“Jika disahkan, saya akan berusaha, bersama dengan rekan-rekan saya, untuk mendukung kemajuan yang terus berlanjut menuju pemulihan penuh. Kami memperkirakan suku bunga akan naik agak jauh dan ukuran neraca kami sedikit demi sedikit menyusut,” tutur Powell, seperti dilansir Okezone.

Powell yang kini menjadi anggota Dewan Gubernur The Fed beberapa waktu lalu telah dinominasikan oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk menggantikan Ketua The Fed Janet Yellen yang masa jabatannya akan berakhir pada Februari 2018 mendatang. Jerome Powell diprediksi akan memperoleh pengesahan yang mulus di Senat.

Dari sektor ekonomi, indeks harga rumah nasional Amerika Serikat berdasarkan S&P CoreLogic Case-Shiller dilaporkan mengalami kenaikan sebesar 6,2 persen secara tahunan pada September 2017, naik dari bulan sebelumnya yang hanya sebesar 5,9 persen.

Sementara itu, dari dalam negeri masih minim data ekonomi yang mampu menggerakkan rupiah di pasar spot. Ekonom Samuel Aset Manajemen Lana Soelistianingsih mengungkapkan bahwa walaupun mata uang Garuda melemah, geraknya relatif stabil sepanjang pekan ini. Permintaan dolar AS yang cukup tinggi di dalam negeri turut mempengaruhi gerak rupiah. Pasalnya banyak perusahaan multinasional yang memerlukan dolar AS untuk melunasi utang atau membayar dividen.

“Sampai akhir bulan, sentimen dalam negeri cenderung minim,” kata Lana. Selain itu, pasar juga masih menanti pidato Janet Yellen pada Rabu (29/11) waktu setempat. Pernyataan dari Powell dan Yellen diprediksi masih akan menguntungkan dolar AS.

Loading...