Pasca Libur HUT RI, Rupiah Dibuka Melemah ke Rp 13.368/USD

Jakarta – Sehari setelah libur HUT RI ke-72, dibuka 10 poin atau 0,07 persen ke level Rp 13.368 per AS di awal pagi hari ini, Jumat (18/8). Rabu (16/8) lalu mata uang Garuda berakhir 0,12 persen atau 16 poin ke posisi Rp 13.377 per dolar AS usai diperdagangkan antara Rp 13.360 hingga Rp 13.383 per dolar AS. Sedangkan pada Kamis (17/8) kemarin rupiah menguat 0,13 persen ke level Rp 13.359 per dolar AS.

Sementara itu, indeks dolar AS dilaporkan turun tipis terhadap yen Jepang pada perdagangan hari Jumat karena dipengaruhi kekhawatiran baru terkait kemampuan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump untuk mendorong agenda kebijakan ekonominya.

terkait serangan mematikan di Barcelona dan spekulasi pada hari Kamis kemarin mengenai kemungkinan keberangkatan penasihat Gedung Putih, Gary Cohn telah memberikan guncangan pada pasar dan memicu aksi jual pada ekuitas AS dan mengajukan permintaan untuk safe haven.

Sementara itu salah satu pejabat Gedung Putih menuturkan bahwa pada hari Kamis kemarin Cohn masih berada di tempatnya. “Ini adalah perdagangan risiko murni,” ujar Tareck Horchani, kepala perdagangan penjualan Asia Pasifik untuk Saxo Markets di Singapura, seperti dilansir Reuters.

Kurs dolar AS sendiri diperdagangkan bervariasi terhadap sejumlah mata uang utama pada Kamis atau Jumat pagi WIB lantaran investor juga tengah mencermati data ekonomi dan risalah pertemuan terakhir Federal Reserve.

Berdasarkan laporan Departemen Tenaga Kerja AS pada Kamis (17/8), pada pekan yang berakhir (12/8), angka pendahuluan klaim awal pengangguran disesuaikan secara musiman mencapai 232 ribu, turun 12 ribu dari tingkat minggu sebelumnya yang tak direvisi sebesar 244 ribu.

Di sisi lain, The Fed pada Jumat (18/8) melaporkan bahwa produksi sektor industri naik 0,2 persen pada bulan Juli 2017 lalu disertai dengan kenaikan sebesar 0,4 persen pada bulan Juni 2017. Risalah pertemuan The Fed pada Juli yang dirilis pada Rabu (16/8) tersebut menimbulkan perdebatan terkait kapan The Fed akan menaikkan kembali suku bunga acuannya.

“Beberapa peserta yang menasihatkan untuk bersabar menyatakan kekhawatiran tentang penurunan inflasi baru-baru ini dan mengatakan The Fed dapat bersabar dalam situasi saat ini,” demikian bunyi pernyataan dari salah satu analis. Sedangkan dari dalam negeri masih minim sentimen yang mempengaruhi pergerakan rupiah di pasar spot.

Loading...