Pasca Kesaksian Yellen, Rupiah Manfaatkan Peluang untuk Menguat 21 Poin

Jakarta – Mengawali pagi hari ini, Kamis (13/7), dibuka 21 poin atau 0,16 persen ke posisi Rp 13.349 per AS. Sebelumnya, Rabu (12/7), mata uang Garuda berakhir terapresiasi 0,15 persen atau 20 poin ke level Rp 13.370 per AS usai diperdagangkan antara angka Rp 13.349 hingga Rp 13.381 per AS.

Sementara itu dolar AS diketahui melemah terhadap sebagian besar mata uang utama pada akhir perdagangan Rabu atau Kamis pagi WIB lantaran para pelaku kini tengah mencerna kesaksian Ketua , Janet Yellen.

“Komite (Pasar Federal Terbuka) terus berharap bahwa evolusi akan menjamin kenaikan bertahap tingkat suku bunga federal fund dari waktu ke waktu untuk mencapai dan mempertahankan lapangan kerja maksimum dan -harga yang stabil,” tutur Janet Yellen ketika melakukan kesaksian di depan komite pada Rabu (12/7) seperti dilansir Okezone.

Lebih lanjut Yellen menyatakan jika suku bunga acuan Amerika Serikat kemungkinan tak akan jauh dari posisi netral, di mana ekonomi mencapai lapangan kerja penuh, berjalan searah dengan tren pertumbuhan dan mempunyai harga-harga yang relatif stabil. “Karena suku bunga netral saat ini cukup rendah menurut standar historis, federal fund rate tidak perlu naik sedemikian jauh untuk mencapai posisi kebijakan netral,” paparnya.

Inflasi di AS yang sedang melemah selama beberapa bulan belakangan juga memicu diskusi terkait kapan tepatnya kenaikan suku bunga AS berikutnya di kalangan pejabat . Pada Selasa (11/7) lalu, Gubernur Fed Lael Brainard menuturkan jika dirinya ingin menilai proses inflasi secara ketat sebelum memutuskan menaikkan Fed Fund Rate lebih lanjut.

Di sisi lain rupiah pun dinilai bisa memanfaatkan peluang untuk menguat lebih lanjut di tengah panasnya kondisi AS dan penantian pasar terkait suku bunga AS. “Yellen kemungkinan masih akan menaikkan suku bunga, walaupun tidak terlalu agresif. Hal itu memungkinkan pasar kembali memburu mata uang dari emerging market,” tutur Ekonom PT Bank Central Asia Tbk (BCA), David Sumual.

Loading...