Pasar Tunggu Pidato Jerome Powell, Rupiah Berakhir Negatif

rupiah melemah

Sempat ‘mencicipi’ zona hijau, ternyata harus menutup perdagangan Selasa (28/11) ini di teritorial negatif ketika pasar global menantikan Jerome Powell terkait nominasi dirinya sebagai Ketua yang baru. Menurut Index pukul 15.59 WIB, Garuda menyelesaikan dengan melemah 2 poin atau 0,01% ke level Rp13.510 per AS.

Sebelumnya, rupiah sudah ditutup terdepresiasi tipis 4 poin atau 0,03% di posisi Rp13.508 per dolar AS pada akhir dagang Senin (27/11) kemarin. Kemudian, tren negatif mata uang NKRI berlanjut pagi tadi usai dibuka melemah 21 poin atau 0,16% ke level Rp13.529 per dolar AS. Sepanjang transaksi hari ini, spot bergulir di kisaran Rp13.493 hingga Rp13.531 per dolar AS.

Dari pasar global, para investor saat ini memang tengah menantikan pidato Jerome Powell yang dijadwalkan Selasa waktu setempat. Calon pemimpin The Fed tersebut akan memberikan pernyataan konfirmasi terkait nominasi dirinya sebagai AS periode 2018 hingga 2024, untuk menggantikan posisi Janet Yellen yang jabatannya berakhir Februari tahun depan.

Dalam sebuah pernyataan kepada Senate Banking Committee, Powell memberikan isyarat dukungan yang luas untuk bagaimana The Fed beroperasi, mengatur ekonomi, dan menawarkan pertahanan penuh dari institusi pemerintah yang akan dipimpinnya. Ia sepertinya masih akan menggunakan lintasan kebijakan moneter yang telah ditetapkan di era kepemimpinan Janet Yellen.

“Tujuan kami adalah untuk mempertahankan pasar kerja yang kuat dengan inflasi yang bergerak secara bertahap menuju target kami,” ujar Powell sebagaimana rilis resmi The Fed pada hari Senin kemarin. “Kami memperkirakan tingkat suku bunga acuan akan naik agak jauh dan ukuran neraca kami akan bergerak menyusut sedikit demi sedikit.”

Di bawah kepemimpinan Yellen, Federal Reserve tercatat telah menaikkan suku bunga acuan mereka sebanyak empat kali dalam dua tahun, sekaligus menempatkan neraca di angka 4,5 triliun dolar AS pada jalur ‘perampingan’ yang sangat bertahap. Pejabat The Fed sendiri dijadwalkan bertemu pada tanggal 12-13 Desember mendatang dan diperkirakan akan kembali menaikkan suku bunga sebesar 0,25%.

Sementara itu, Bank siang tadi menetapkan kurs tengah berada di posisi Rp13.527 per dolar AS, turun 16 poin atau 0,12% dari perdagangan sebelumnya di level Rp13.511 per dolar AS. Di saat yang bersamaan, mayoritas mata uang Asia tidak berdaya melawan greenback, dengan pelemahan terdalam sebesar 0,14% dialami rupee India, disusul yen Jepang yang melorot 0,12%.

Loading...