Pasar Tunggu Negosiasi RUU Pajak AS, Rupiah Menguat di Akhir Dagang

mampu mempertahankan posisi di zona hijau hingga akhir ketika bersikap wait and see mengenai rencana selanjutnya dari RUU reformasi AS. Menurut Index pukul 15.59 WIB, mata uang NKRI menyelesaikan Selasa (5/12) ini dengan penguatan sebesar 8 poin atau 0,06% ke level Rp13.519 per AS.

Sebelumnya, rupiah sempat ditutup melemah tipis 4 poin atau 0,03% di posisi Rp13.527 per dolar AS pada akhir dagang Senin (4/12) kemarin. Namun, pagi tadi, mata uang Garuda mampu berbalik menguat 16 poin atau 0,12% ke level Rp13.511 per dolar AS ketika membuka pasar. Sepanjang transaksi hari ini, spot praktis melenggang nyaman di teritori positif dari awal hingga tutup dagang.

Dari pasar , indeks dolar AS bergerak turun pada hari Selasa, karena para investor masih mengambil sikap wait and see untuk melihat bagaimana langkah selanjutnya dari RUU pajak AS. Mata uang Paman Sam tersebut terpantau melemah 0,131 poin atau 0,14% ke level 93,057 pada pukul 10.50 WIB, sekaligus mengalami tekanan di pasar Asia.

Dilansir Reuters, meski sudah disetujui, namun Senat AS masih harus melakukan perundingan terkait RUU pajak dengan DPR AS. Parlemen AS pada Senin kemarin waktu setempat memutuskan untuk menyiapkan perundingan formal dengan Senat, sehingga tahapan akhir bisa selangkah lebih dekat. Meski demikian, perlu beberapa minggu untuk melakukan perundingan sebelum benar-benar menyelesaikannya.

“Negosiasi yang akan datang mengenai RUU pajak Senat dan Parlemen AS kemungkinan akan menentukan arah greenback pada minggu ini,” tutur ahli strategi senior di Barclays di Tokyo, Shin Kadota. “Sebagian besar antusiasme untuk tagihan pajak yang melewati Senat telah diperhitungkan saat Senator Republik, John McCain, memberikan pengesahannya minggu lalu.”

Sementara itu, Bank Indonesia siang tadi menetapkan kurs tengah berada di posisi Rp13.515 per dolar AS, naik 12 poin atau 0,08% dari perdagangan sebelumnya di level Rp13.527 per dolar AS. Di saat yang bersamaan, mayoritas mata uang Asia perkasa versus greenback, dengan kenaikan tertinggi sebesar 0,57% dialami won Korea Selatan, disusul ringgit Malaysia yang melonjak 0,25%.

Loading...