Pasar Tunggu Hasil ‘Kencan’ Trump-Abe, Rupiah Berakhir Merah

Rupiah - www.tribunnews.comRupiah - www.tribunnews.com

harus berakhir pada Rabu (18/4) ini ketika indeks AS bergerak cukup solid saat pasar menantikan hasil pertemuan antara Donald Trump dan Shinzo Abe. Menurut Index pukul 15.59 WIB, NKRI menyelesaikan dengan pelemahan sebesar 10 poin atau 0,07% ke level Rp13.776 per dolar AS.

Sebelumnya, rupiah sempat ditutup menguat 14 poin atau 0,10% di posisi Rp13.766 per dolar AS pada akhir perdagangan Selasa (17/4) kemarin. Namun, mata uang Garuda berbalik melemah 7 poin atau 0,05% ke level Rp13.773 per dolar AS ketika membuka pasar pagi tadi. Sepanjang transaksi hari ini, spot gagal merangsek ke zona hijau hingga tutup dagang.

Sementara itu, Bank Indonesia siang tadi menetapkan tengah berada di level Rp13.770 per dolar AS, posisi yang sama di perdagangan sebelumnya. Di saat yang bersamaan, mayoritas mata uang tidak berkutik versus greenback, dengan pelemahan terdalam sebesar 0,32% menghampiri yen Jepang, disusul rupee India yang turun 0,11%.

Dari pasar global, indeks dolar AS masih bergerak cukup stabil pada hari Rabu, didukung data ekonomi Paman Sam yang cukup kuat, menyingkirkan sentimen tensi perdagangan AS-China dan ketegangan di Timur Tengah. Mata uang tersebut terpantau hanya melemah 0,021 poin atau 0,02% ke level 89,495 pada pukul 11.22 WIB, setelah sebelumnya berakhir menguat 0,091 poin atau 0,10% di posisi 89,516.

Seperti dikutip dari Reuters, pembangunan perumahan di AS meningkat lebih dari yang diharapkan pada bulan Maret kemarin, di tengah rebound dalam pembangunan unit perumahan multi-keluarga. Data lain yang dirilis Selasa waktu setempat menunjukkan peningkatan yang solid dalam produksi industri karena cuaca dingin meningkatkan output utilitas dan lonjakan produksi di tambang.

Saat ini, pelaku pasar sedang menantikan hasil pertemuan antara Presiden AS, Donald Trump, dan Perdana Menteri Jepang, Shinzo Abe, di Mar-a-Lago, Florida. Masalah Korea Utara diperkirakan akan menjadi fokus pembicaraan, selain tarif impor perdagangan. “Dolar bisa menguat lebih lanjut terhadap yen jika pertemuan AS-Jepang berakhir tanpa kejutan besar,” kata presiden di FPG Securities di Tokyo, Koji Fukaya.

Loading...