Pasar Pindahkan Portfolio ke Dolar, Rupiah Melempem di Awal Dagang

Rupiah diprediksi masih berpotensi melemah pada hari ini (28/2) ketika pasar mulai mengamankan portfolio ke dolar jelang pidato Donald Trump. Seperti dilaporkan Index, rupiah membuka dengan melemah 14 poin atau 0,10% ke Rp13.355 per dolar AS. Kemudian, pada pukul 08.22 WIB, spot kembali turun tipis 4 poin atau 0,02% ke Rp13.345 per dolar AS.

“Pelaku pasar tampaknya mulai beralih ke dolar AS jelang pidato Trump di hadapan Kongres AS,” ujar Analis Pasar Uang , Reny Eka Putri. “Pelaku pasar menanti penjelasan rinci kebijakan reformasi , , hingga AS dari Presiden Trump.”

Di samping itu, Reny menambahkan, survei juga menunjukkan peluang kenaikan suku bunga The Fed di bulan Maret 2017 meningkat, sedangkan permintaan dolar AS dari domestik juga cenderung naik di akhir bulan. “Karena itu, rupiah masih berpotensi tertekan di kisaran Rp13.330 hingga Rp13.385 per dolar AS,” sambung Reny.

Sementara itu, Ekonom Samuel Sekuritas Indonesia, Rangga Cipta, mengatakan bahwa indeks dolar AS bergerak stabil dan perlahan menguat setelah Trump kembali menjanjikan kenaikan signifikan untuk infrastruktur yang akan disampaikan melalui pidato Selasa malam waktu setempat. “Di saat yang sama, yield US Treasury juga berbalik naik merespons harapan tersebut meski arahnya juga akan ditentukan pertumbuhan PDB AS kuartal IV 2016 yang dirilis malam nanti,” ujar Rangga.

“Dari dalam negeri, realisasi pendapatan dan belanja Januari 2017 yang lebih baik menjadi kabar positif,” sambung Rangga. “Namun, data inflasi Februari 2017 yang dirilis esok siang masih menjadi fokus utama dan diperkirakan naik signifikan.”

Pada perdagangan Senin (27/2) kemarin, rupiah harus ditutup di zona merah usai melemah 10 poin atau 0,08% ke level Rp13.341 per dolar AS. Pelemahan rupiah disebabkan antara lain merespons dolar AS serta penantian pasar mengenai data inflasi dalam negeri.

Loading...