Pasar Nantikan Arah Suku Bunga BI, Rupiah Menguat Tipis ke Rp 13.979/USD

Rupiah - www.straitstimes.comRupiah - www.straitstimes.com

Jakarta – Pada awal pagi hari ini, Kamis (18/7), kurs rupiah dibuka menguat tipis sebesar 3,5 poin atau 0,03 persen ke level Rp 13.979 per . Sedangkan di akhir dagang kemarin, Rabu (17/7), nilai tukar mata uang garuda ditutup terdepresiasi 48 poin atau 0,35 persen ke posisi Rp 13.983 per USD.

Indeks dolar AS yang mengukur pergerakan the Greenback terhadap sejumlah mata uang utama terpantau melemah. Pada akhir perdagangan Rabu atau Kamis pagi WIB, indeks dolar AS dilaporkan turun 0,18 persen menjadi 97,2283 lantaran para pelaku pasar saat ini tengah mencermati laporan Beige Book terbaru dari .

Seperti dilansir Xinhua melalui iNews, berdasarkan Beige Book yang dirilis pada Rabu menyebutkan bahwa kegiatan di Amerika Serikat saat ini berkembang dengan kecepatan sedang dari pertengahan bulan Mei sampai awal Juli 2019.

“Prospek umumnya positif untuk beberapa bulan mendatang, dengan ekspektasi pertumbuhan moderat yang berkelanjutan, meskipun ada kekhawatiran yang meluas tentang kemungkinan dampak negatif dari ketidakpastian terkait perdagangan,” demikian bunyi laporan Beige Book.

Beige Book sendiri merupakan laporan reguler dari AS, terkait kondisi perekonomian di 12 Distrik Federal Reserve, berdasarkan informasi yang dikumpulkan dari berbagai sumber, termasuk laporan penelitian dan wawancara dengan kontak bisnis.

Sementara itu, Direktur PT Garuda Berjangka Ibrahim berpendapat bahwa Presiden Amerika Serikat Donald Trump kemarin telah menjadi salah satu faktor pemicu rupiah untuk melemah. Pasalnya, lewat pidatonya Trump mengungkapkan pihaknya bakal menarik bea masuk untuk produk asal . “Trump menekankan bahwa AS dapat mengenakan bea masuk baru bagi produk asal China senilai US$ 325 miliar jika diperlukan,” ujar Ibrahim, seperti dilansir Kontan.

Senada, Ekonom BCA David Sumual pun mengatakan jika rupiah kemarin terkoreksi karena lebih banyak dipengaruhi oleh faktor global. Misalnya data ekonomi Amerika Serikat terbaru berupa penjualan ritel yang dilaporkan naik sebesar 0,4 persen, sehingga memberi sokongan untuk laju dolar AS. Hari ini gerak rupiah diprediksi masih akan menanti hasil pengumuman arah bunga Indonesia (BI).

Loading...