Pasar Masih Cerna Hasil Rapat The Fed, Rupiah Melenggang di Zona Hijau

rupiah10

Jakarta mengawali pagi hari ini, Kamis (12/10) dengan penguatan sebesar 17 poin atau 0,13 persen di level Rp 13.513 per AS. Rupiah rebound setelah kemarin, Rabu (11/10) berakhir melemah 0,13 persen atau 18 poin di posisi Rp 13.530 per usai diperdagangkan pada rentang angka Rp 13.494 hingga Rp 13.543 per AS.

Indeks dolar AS yang mengukur pergerakan the terhadap sejumlah mata uang utama terpantau melemah 0,30 persen menjadi 93,008 di akhir perdagangan Rabu atau Kamis pagi WIB karena tertekan oleh sentimen dari para pelaku yang saat ini masih mencermati hasil pertemuan yang baru saja dirilis.

“Banyak peserta terus percaya, tekanan siklikal yang terkait dengan pasar yang mengetat atau yang beroperasi di atas potensinya, cenderung menunjukkan lebih tinggi dalam jangka menengah,” demikian bunyi risalah yang dilaporkan pada Rabu (11/10), seperti dilansir Skalanews.

Di samping itu, sejumlah pejabat The Fed beranggapan bahwa sebagian penyebab dari rendahnya inflasi tahun 2017 ini karena dipengaruhi oleh -faktor yang istimewa. Oleh sebab itu dampak yang dihasilkan pun akan berkurang seiring berjalannya waktu. Tetapi, perkembangan lain seperti dampak perubahan awal dari program perawatan kesehatan pemerintah menjadi hal yang menahan penurunan biaya perawatan kesehatan dan diperkirakan dapat berlanjut hingga beberapa waktu.

Sejumlah analis menuturkan jika risalah The Fed menunjukkan bahwa para pembuat kebijakan masih terbuka untuk kenaikan suku bunga The Fed pada Desember 2017 mendatang walaupun terdapat kekhawatiran terkait tingkat inflasi Amerika Serikat yang rendah. “Pasar mengharapkan nada hawkish pada pertemuan Fed, setelah data tenaga kerja yang dirilis sebelumnya kurang kuat,” papar Research & Analyst Valbury Asia Lukman Leong.

Setelah mencermati hasil FOMC meeting, pasar kini juga tengah mengantisipasi data inflasi AS yang akan dilaporkan pada Jumat (13/10) mendatang. “Hal ini membuat rupiah kemungkinan akan melemah,” ungkap Lukman. Terutama karena sampai saat ini masih belum ada sentimen yang dapat mempengaruhi gerak rupiah di pasar spot.

Loading...