Pasar Cloud Tumbuh Pesat, Google dan Raksasa Teknologi Lainnya Serbu Indonesia

Peluncuran Google Cloud - m.cyberthreat.idPeluncuran Google Cloud - m.cyberthreat.id

JAKARTA – menjadi incaran banyak teknologi untuk melakukan ekspansi, karena diklaim menjadi kawasan dengan paling cepat di Asia, dengan layanan e-commerce dan pengiriman makanan berkembang pesat di tengah wabah coronavirus. Kecenderungan ke arah pelokalan juga menarik para raksasa teknologi ke ini, termasuk Google, Nippon Telegraph & Telephone (NTT) asal Jepang, dan SpaceDC Singapura.

Seperti diberitakan Nikkei, Google baru saja mulai menawarkan layanan seperti penyimpanan data, , dan analitik data besar kepada institusi dan individu di Tanah Air menggunakan pusat data mitra lokal. Sebelumnya menggunakan pusat di luar negeri, pergeseran sekarang memberi layanan yang lebih cepat.

Peluncuran Google Cloud di Indonesia meramaikan pertempuran yang semakin meningkat di pasar yang sedang berkembang, yang juga memikat Amazon, Microsoft, dan Alibaba Group. Presiden Indonesia, Joko Widodo, sebelumnya mengungkapkan hal yang sama pada bulan Februari setelah pertemuan dengan CEO Microsoft, Satya Nadella, di Jakarta. Pada saat itu, Presiden Jokowi mengatakan bahwa Microsoft ingin membuat investasi pusat data yang signifikan di Indonesia.

Dengan tambahan Indonesia, Google Cloud sekarang sudah beredar di 17 negara. Layanan ini telah mendaftar empat dari lima unicorn dalam negeri, yakni Gojek, Tokopedia, Traveloka, dan Bukalapak. Pemberi pinjaman dengan aset terbesar di Indonesia, Bank Rakyat Indonesia (BRI), juga merupakan klien, sebagaimana operator seluler terbesar kedua di dalam negeri, XL Axiata.

“Indonesia penuh dengan peluang, salah satu negara paling kreatif, dinamis, dengan lebih dari 150 juta pengguna internet,” kata Sundar Pichai, CEO Google Parent Alphabet, beberapa waktu lalu. “Apakah Anda perusahaan besar atau pemula dalam e-commerce, Google Cloud hadir untuk mendukung transformasi digital Anda dengan teknologi yang sama, yang memberi daya pada seperti Google Search dan Gmail.”

Pendapatan Google Cloud secara global mencapai angka 8,9 miliar AS pada tahun fiskal 2019, mengalami peningkatan lebih dari 40% selama dua tahun berturut-turut. Ini memberikan kontribusi 5,5% dari total pendapatan Alphabet. Pada bulan Februari, Google menyelesaikan akuisisi 2,6 miliar AS untuk startup data analytics AS, Looker, dan sekarang siap untuk bersaing dengan pemimpin pasar, Amazon, serta dengan Microsoft dan Alibaba.

Menurut perusahaan riset AS, Canalys, pengeluaran untuk layanan infrastruktur cloud global mencapai rekor pada kuartal pertama 2020, tumbuh 34% secara tahunan menjadi 31 miliar dolar AS. Amazon Web Services mempertahankan keunggulannya, membukukan catatan 32% dari total pasar, diikuti oleh Microsoft Azure (17%), sedangkan Google Cloud dan Alibaba Cloud masing-masing memiliki 6%.

Di Indonesia, unicorn, platform digital, lembaga keuangan, pengecer, dan bisnis lainnya mengubah negara itu menjadi salah satu pasar cloud publik Asia-Pasifik yang tumbuh paling cepat. Dalam sebuah laporan yang dirilis pada Oktober, Boston Consulting Group memproyeksikan tingkat pertumbuhan tahunan gabungan 25% untuk pasar cloud publik Indonesia, menjadi 800 juta dolar AS pada tahun 2023. “Sebagai hasil dari prospek pertumbuhan tinggi ini, banyak penyedia layanan cloud utama dunia sedang mempertimbangkan untuk menyiapkan layanan cloud di kawasan tersebut,” tutur lembaga ini.

Indonesia dengan cepat menjadi pusat regional penyebaran COVID-19, melaporkan jumlah kasus dan kematian tertinggi. Ini, meskipun merupakan kabar buruk, namun telah mendorong permintaan untuk layanan seperti pengiriman makanan. Alibaba Cloud adalah penggerak awal, setelah meluncurkan pusat data hyperscale kedua di Indonesia pada Januari 2019. Amazon Web Services mengikuti beberapa bulan kemudian, mengatakan bahwa mereka akan memulai layanan pada awal 2022.

Ada faktor lain di balik minat raksasa teknologi global dalam pelokalan data, yakni kebijakan pemerintah. Peraturan Indonesia mewajibkan semua entitas publik untuk menyimpan data secara lokal, situasi yang telah memicu pertumbuhan pasar cloud domestik dan menarik para pemain besar. Boston Consulting Group mengatakan, pasar cloud Asia-Pasifik tumbuh 25% setiap tahun, lebih cepat dari AS (18%), dan Eropa Barat (19%). Di tempat lain di kawasan Asia-Pasifik, pasar cloud India berkembang dengan kecepatan lebih dari 30% per tahun, menurut laporan itu.

Loading...