Pasar Asia Bergairah, Rupiah Melonjak di Akhir Pekan

Rupiah - Kabarin.coRupiah - Kabarin.co

JAKARTA – yang bergairah membuat mampu bergerak nyaman di zona hijau sepanjang Jumat (2/11) ini, meskipun dolar AS di saat yang bersamaan juga relatif naik jelang rilis payroll Paman Sam. Menurut paparan Bloomberg Index pada pukul 15.59 WIB, mata uang Garuda mengakhiri pekan ini dengan penguatan tajam, 173 poin atau 1,14% ke level Rp14.955 per dolar AS.

Sementara itu, siang tadi Bank Indonesia menetapkan kurs tengah berada di posisi Rp15.089 per dolar AS, menguat 106 poin atau 0,70% dari sebelumnya di level Rp15.195 per dolar AS. Di saat yang bersamaan, mata uang Asia bergerak variatif terhadap , dengan kenaikan tertinggi sebesar 0,93% dialami won Korea Selatan dan pelemahan terdalam sebesar 0,26% menghampiri baht Thailand.

Dari pasar global, indeks dolar AS sebenarnya masih bergerak cukup stabil pada akhir pekan menjelang pengumuman AS terbaru, setelah sebelumnya sempat tergelincir dari level tertinggi 16 bulan karena kembali beralih ke aset berisiko. Mata uang Paman Sam terpantau naik tipis 0,073 poin atau 0,08% ke posisi 96,530 pada pukul 11.02 WIB.

Seperti diberitakan Reuters, pasar global memulai bulan November ini dengan reli yang luas, setelah mengalami pelemahan mendalam pada bulan sebelumnya, didorong oleh pendapatan perusahaan yang kuat dan harapan untuk meredanya tensi perdagangan AS-China. Hal tersebut lantas mengurangi sedikit dukungan untuk mata uang seperti dolar AS, yang akhirnya menguntungkan aset berisiko.

Saat ini, fokus pasar tertuju pada laporan pekerjaan AS terbaru yang bakal diumumkan hari Jumat waktu setempat, untuk memperoleh petunjuk baru mengenai laju kenaikan . Ekonom memprediksi angka payroll AS akan meningkat 190.000 pada bulan Oktober dari 134.000 pada bulan sebelumnya, dengan rata-rata pendapatan diperkirakan naik 0,2%.

“Imbal hasil jangka panjang AS telah membentuk pijakan perusahaan di atas 3%, memberikan latar belakang yang kuat bagi dolar AS,” tutur ahli strategi FX senior di IG Securities di Tokyo, Junichi Ishikawa. “Jika laporan pekerjaan AS terbukti kuat, kita bisa melihat dolar AS bangkit kembali dari pelemahan baru-baru ini untuk melanjutkan kenaikan.”

Loading...