Paradise Papers: Apple Bantah Pindahkan Miliaran Dolar AS untuk Hindari Pajak

Apple Office - www.ccl.org

membantah tuduhan dalam penyelidikan ‘Paradise Papers’ yang mengatakan bahwa mereka sengaja memindahkan operasinya dari Irlandia untuk menghindari . Pembuat iPhone tersebut menegaskan bahwa tersebut berisi beberapa ‘ketidakakuratan’ dan mengatakan bahwa pihaknya telah membuat perubahan pada di tahun 2015, yang dirancang untuk mempertahankan pajak ke AS, bukan untuk mengurangi pajak di tempat lain.

yang dikutip oleh surat kabar Jerman, Süddeutsche Zeitung, pada hari Senin (6/11) kemarin mengatakan bahwa firma lepas pantai Appleby membantu Apple untuk memindahkan miliaran AS pendapatan yang dikumpulkan di Irlandia ke Kepulauan Channel guna mencegah meningkatnya pengawasan Uni Eropa terhadap urusan pajak di Dublin. Pengungkapan tersebut, yang juga diterbitkan BBC dan New York Times, menunjukkan bahwa Apple telah mentransfer dana ke pulau Jersey, dekat pantai Normandia, yang sebagian besar dikecualikan dari peraturan pajak Uni Eropa.

Namun, Apple mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa pihaknya membayar pajak pada tingkat bunga 35 persen untuk pendapatan dari uang tunai di luar negeri. Perusahaan juga menambahkan bahwa perubahan struktur perusahaan mengikuti hukum di setiap negara tempat perusahaan beroperasi, dan Uni Eropa dan AS diberitahu tentang reorganisasi pada saat itu.

Pabrikan yang berbasis di Cupertino, California tersebut mengatakan bahwa mereka adalah wajib pajak terbesar di dunia, membayar 35 miliar dolar AS (30 miliar euro) untuk pajak penghasilan perusahaan selama tiga tahun terakhir, termasuk 1,5 miliar dolar AS di Irlandia. “Kami juga memastikan bahwa kewajiban perpajakan kami ke AS tidak berkurang,” kata Apple.

Relevansi baru tentang strategi penghindaran pajak Apple telah menjadi berita utama saat skandal Paradise Papers terbentang lebih jauh. Paradise Papers sendiri adalah hasil penyelidikan selama setahun oleh International Consortium of Investigative Journalists, yang mempelajari sekitar 13,4 juta dokumen, yang mengungkapkan skala skema penghindaran pajak di luar negeri yang dilakukan oleh perusahaan multinasional besar serta orang kaya dan terkenal.

Paradise Papers telah meneliti Apple karena penggunaan skema penghindaran pajak menggunakan pusat-pusat keuangan offshore. Pada tahun 2013, sebuah sub-komite Senat AS menemukan raksasa teknologi tersebut telah ‘lolos’ dari potensi tagihan pajak puluhan miliar dolar AS, selain keuntungan sejumlah 128 miliar dolar AS yang belum dikenai pajak oleh pihak berwenang AS. Perusahaan juga menghadapi permintaan pajak sekitar 14,5 miliar dolar AS dari Uni Eropa berdasarkan keputusan bahwa struktur pajaknya di Irlandia adalah bantuan negara yang tidak sah.

Komisaris Uni Eropa, Margrethe Vestager, pada hari Senin kemarin ‘menuding’ Apple, Google, dan Facebook terkait Paradise Papers. Dia mengatakan bahwa ‘keserakahan’ dan ‘kekuatan’ adalah ‘koktail beracun’ yang digunakan oleh perusahaan multinasional besar untuk mengusir persaingan. “Kami ingin pasar bebas, tetapi kami mengerti paradoks pasar bebas, yang terkadang kita harus campur tangan. Kita harus percaya bahwa itu bukan hukum rimba, tetapi hukum demokrasi yang berjalan,” katanya.

Loading...