Obligasi AS Melambung, Rupiah Turun 0,23% di Akhir Transaksi

harus mengakhiri transaksi Selasa (17/10) ini di zona merah setelah bergerak menguat ditopang imbal hasil AS yang kembali melambung. Menurut Index pukul 15.59 WIB, mata uang NKRI mengalami pelemahan sebesar 31 poin atau 0,23% ke level Rp13.507 per dolar AS pada penutupan dagang hari ini.

Sebelumnya, pada Senin (16/10) kemarin, rupiah sempat ditutup menguat 22 poin atau 0,16% di posisi Rp13.476 per dolar AS. Namun, pagi tadi, mata uang Garuda gagal mempertahankan tren positif dengan dibuka 13 poin atau 0,10% ke level Rp13.489 per dolar AS. Sepanjang hari ini, spot bergerak di kisaran Rp13.478 hingga Rp13.515 per dolar AS.

Dari , indeks dolar AS kembali perkasa versus mata uang utama lainnya, didukung oleh kenaikan yield obligasi AS menyusul yang menyatakan bahwa Presiden Donald Trump lebih menyukai kandidat Gubernur berikutnya, John Taylor, yang bersikap hawkish. Mata uang Paman Sam terpantau menguat 0,013 poin atau 0,01% menuju level 93,325 pada pukul 10.14 WIB.

Hari Senin waktu setempat, ada laporan yang menyatakan bahwa Donald Trump menyukai ekonom Stanford, John Taylor, yang terlihat lebih bersikap hawkish daripada Gubernur The Fed saat ini, Janet Yellen. Kabar tersebut langsung melambungkan imbal hasil obligasi pemerintah AS dari posisi terendah dua pekan, sekaligus mengerek nilai tukar greenback.

“Dolar AS sebelumnya berada di bawah tekanan karena imbal hasil obligasi AS turun pada pekan lalu,” ulas analis mata uang di IG Securities, Junichi Ishikawa, seperti dilansir Bisnis. “Namun, mata uang tersebut kembali pulih karena Wall Street menguat, data ekonomi AS yang positif, dan laporan yang cukup baik mengenai John Taylor.”

Sementara itu, Bank Indonesia siang tadi mematok kurs tengah berada di posisi Rp13.490 per dolar AS, melemah 7 poin atau 0,05% dari perdagangan sebelumnya di level Rp13.483 per dolar AS. Di saat yang bersamaan, mayoritas mata uang di Asia tidak berdaya melawan greenback, dengan pelemahan terdalam sebesar 0,35% menghampiri won Korea Selatan, disusul rupee India yang turun 0,23%.

Loading...