Nonfarm Payroll AS Naik, Rupiah Tetap Menguat di Awal Pekan

Rupiah - merahputih.comRupiah - merahputih.com

mampu mengawali Senin (9/7) ini di area hijau meski data nonfarm payroll pada bulan Juni 2018 dilaporkan naik. Menurut catatan Bloomberg Index, Garuda membuka transaksi dengan menguat 32 poin atau 0,22% ke level Rp14.343 per AS. Sebelumnya, spot sudah ditutup naik 19 poin atau 0,13% di posisi Rp14.375 per AS pada akhir pekan (6/7) kemarin.

Departemen Perdagangan AS pada Jumat waktu setempat mengatakan bahwa total ketenagakerjaan nonfarm payroll pada bulan Juni 2018 naik 213.000, lebih tinggi dari ekspektasi yang sebesar 195.000. Meski demikian, tingkat pengangguran di Negeri Paman Sam juga naik menjadi 4,0%, dan jumlah orang menganggur meningkat 499.000 menjadi 6,6 juta jiwa.

Masih menurut data yang sama, jam kerja rata-rata untuk semua karyawan pada nonfarm payroll swasta tidak berubah di 34,5 jam pada bulan keenam. Sementara itu, rata-rata penghasilan per jam untuk semua karyawan nonfarm payroll naik 5 sen menjadi 26,98 dolar AS, atau meningkat 2,7% selama setahun terakhir.

Data-data yang cenderung moderat tersebut memberikan angin segar bagi . Federal Reserve pun diprediksi akan kembali menaikkan suku bunga acuan mereka. “Ini benar-benar hasil terbaik yang bisa kami harapkan, lebih banyak pekerjaan tanpa tekanan upah yang besar,” tutur manajer portfolio di Fort Pitt Capital Group di Pittsburgh, Kim Forrest.

Meski demikian, menurut analis Monex Investindo, Faisyal, ekspektasi kenaikan suku bunga acuan AS sebenarnya sudah cukup diantisipasi . Dengan demikian, data ketenagakerjaan AS yang rilis akhir pekan lalu tidak terlalu berdampak pada pergerakan rupiah. “Pada hari ini, mata uang Garuda kemungkinan bergerak di rentang Rp14.310 sampai Rp14.425 per dolar AS,” katanya, dilansir Kontan.

“Performa rupiah akan bergantung pada perkembangan isu perang dagang antara AS dengan ,” tambah Faisyal. “Sentimen negatif perang dagang ini mulai merambat ke pasar dalam negeri. Pasalnya, Presiden AS, , telah mengkaji rencananya untuk mengenakan tarif impor ke sejumlah asal Indonesia.”

Loading...