Nilai Rupiah Sedikit Menguat, Tertahan Gejolak Ekonomi Global

Indeks mengemukakan bahwa saat penutupan perdagangan kemarin, Selasa (14/10), berada di posisi di Rp12.206/USD (melemah sebanyak 0,04%)

Sebelumnya, pada penutupan perdagangan kemarin (14/10), Rupiah berada di titik Rp 12.206/USD (melemah sebanyak 0,04%). Sementara itu, menurut Indeks Dolar Bloomberg, dibuka menguat 0,14% ke 85,938 serta ditutup pada level 85,822 (menguat 0,34%).

Penguatan Rupiah – di tingkat perdagangan antar bank pada hari Rabu pagi tadi (15/10) dibuka menguat sebanyak 12 poin menjadi Rp 12.194/USD dari Rp 12.206/USD pada awal pembukaan perdagangan.

Kepala penelitian Woori Korindo Securities Indonesia, Reza Priyambada, mengatakan investor optimistis bahwa jika Indonesia terus tumbuh di masa depan, maka kurs rupiah pasti akan semakin menguat. “Namun, apresiasi [terhadap rupiah] masih terbatas karena sentimen negatif pada kondisi ekonomi ” , ujar Reza dalam kutipan kantor berita Antara.

Dia mengatakan bahwa proyeksi perlambatan pemulihan ekonomi di Eropa dikarenakan pelaku pasar cenderung menjaga aset mereka di mata uang dollar Amerika yang sedang mengalami “”.

Secara terpisah analis Himpunan Bank Saudara, Rully Nova, menyatakan bahwa apresiasi mata uang domestik dipicu oleh ketidakpastian acuan peningkatan dollar Amerika oleh . “Sentimen negatif atas tingkat Fed () menyediakan cukup ruang untuk penguatan rupiah menguat di pasar meskipun apresiasi masih terkesan marjinal,” kata Rully. Dia juga mengatakan bahwa penguatan rupiah masih terbatas karena investor masih menunggu pembentukan kabinet baru.

Loading...