NFP AS Tak Memuaskan, Rupiah Lanjut Menguat di Awal Pekan

Rupiah menguatRupiah lanjut menguat pada perdagangan Senin (9/9) pagi - www.jawapos.com

JAKARTA – Tren positif berlanjut pada perdagangan Senin (9/9) pagi setelah laporan nonfarm tidak sesuai ekspektasi. Menurut paparan Index, Garuda mengawali transaksi dengan menguat 13 poin atau 0,10% ke level Rp14.088 per . Sebelumnya, spot sudah ditutup naik 54 poin atau 0,38% di posisi Rp14.101 per pada akhir pekan (6/9) kemarin.

Pada Jumat waktu setempat, Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan bahwa data nonfarm payroll negara tersebut menunjukkan ada tambahan 130.000 pekerjaan sepanjang Agustus 2019, dengan pendapatan per jam naik 0,4% atau yang terbesar sejak Februari. Meski demikian, pertambahan pekerjaan ini lebih rendah dari konsensus sebesar 158.000.

Sementara itu, pengangguran tetap stabil di dekat level rendah 50 tahun di 3,7% untuk bulan ketiga berturut-turut dan hanya bervariasi 0,4% tahun ini dari 4,0% pada Januari menjadi 3,6% pada April dan Mei. Dalam 12 bulan hingga Agustus, pengangguran di Negeri Paman Sam hanya turun 0,1%, lebih sedikit dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya yang turun 0,6%.

“Saat ini pasar masih menunggu data ekonomi Amerika Serikat. Yang terbaru adalah data tenaga kerja AS yang masih belum memuaskan,” ujar ekonom Bank Permata, Josua Pardede, dilansir Kontan. “Data-data tersebut berada di bawah ekspektasi pasar, sehingga ada peluang rupiah kembali menguat dengan kisaran Rp14.050 hingga Rp14.200 per AS.”

Ekonom Samuel Asset Management, Lana Soelistianingsih, menambahkan bahwa sentimen cadangan yang naik cukup memberikan sentimen positif bagi penguatan rupiah dan diperkirakan masih akan berlanjut pada perdagangan hari ini. Meskipun begitu, penguatan masih cenderung terbatas dan belum akan mampu tembus di bawah Rp14.000 per dollar AS.

Hampir senada, analis Monex Investindo, Ahmad Yudiawan, juga menilai bahwa penguatan rupiah pekan ini cenderung terbatas karena menunggu perkembangan baru lagi dari dagang AS dan . Jika tidak ada tarik ulur lagi, menurutnya rupiah bisa menguat. “Mata uang dalam negeri akan bergulir di rentang Rp14.000 hingga Rp14.150 per dolar AS,” kata Yudi.

Loading...