Neraca Perdagangan Defisit, Rupiah Berakhir Negatif

Rupiah - publiksatu.comRupiah - publiksatu.com

JAKARTA – tidak memiliki sentimen positif untuk bergerak ke zona hijau pada Rabu (15/1) sore ketika neraca Indonesia, baik pada bulan Desember maupun keseluruhan tahun 2019, dilaporkan mengalami defisit. Menurut paparan Index pada pukul 15.59 WIB, Garuda melemah 15 poin atau 0,11% ke level Rp13.695 per .

Siang tadi, Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan bahwa Indonesia sepanjang Desember 2019 mengalami defisit sebesar 30 juta AS, dengan nilai ekspor tercatat 14,47 miliar AS dan nilai impor sebesar 14,50 miliar AS. Secara keseluruhan, sepanjang 2019, neraca dagang dalam negeri masih punya defisit sebesar 3,2 miliar AS.

Defisit terjadi karena nilai ekspor lebih kecil dibandingkan impor. Ekspor memang masih tumbuh 6,94% dibandingkan dari tahun lalu menjadi 167,53 miliar dolar AS, sebagian besar disumbangkan bahan bakar mineral lemak minyak hewani. Namun, nilai impor mencapai 170,2 miliar dolar AS, meski merosot 9,53% secara tahunan (year-on-year).

Sebelumnya, sejumlah ekonom memang telah memprediksi bahwa neraca perdagangan Indonesia akan mengalami defisit. Kepala ekonom PT Bank Mandiri, Andry Asmoro, dilansir Detik, mengatakan bahwa ekspor Indonesia akan turun pada Desember 2019, sedangkan harga CPO mengalami kenaikan 51,7%. Hal ini terjadi karena permintaan yang lebih tinggi dan pasokan yang terbatas.

“Saya mengharapkan cadangan devisa bisa mencapai 130 miliar dolar AS hingga 133 miliar dolar AS pada akhir 2020. Karena, perlambatan dan moneter The Fed yang mengarah ke dovish bakal menyebabkan banyaknya aliran modal asing yang masuk ke pasar negara berkembang,” ujar Andry. “ juga telah mengusulkan Omnibuslaw yang bisa mengundang lebih banyak FDI dengan fokus manufaktur yang berorientasi ekspor.”

Sementara itu, dari pasar global, yen Jepang sebagai aset safe haven bergerak menguat sedangkan mata uang Asia mayoritas turun, menyusul komentar Menteri Keuangan AS, Steven Mnuchin, jelang pertemuan AS dan China untuk penandatanganan negosiasi dagang. Mata uang Negeri Sakura terpantau naik tipis 0,07 poin atau 0,06% menuju level 109,91 terhadap dolar AS pada pukul 09.41.

Pemerintah AS dan China dijadwalkan akan menandatangani kesepakatan perdagangan fase pertama di Washington pada Rabu waktu setempat. Meski demikian, harapan bahwa penandatanganan tersebut dapat menandai hubungan yang lebih hangat antara dua ekonomi utama dunia ini luntur ketika Mnuchin mengatakan bahwa tarif untuk barang-barang China akan tetap berlaku sambil menunggu pembicaraan lebih lanjut.

Loading...