Neraca Dagang Surplus, Rupiah Berakhir Positif

Rupiah mampu mempertahankan posisi di zona hijau hingga Senin (15/4) soreRupiah mampu mempertahankan posisi di zona hijau hingga Senin (15/4) sore - www.suara.com

JAKARTA – Indonesia pada bulan Maret 2019 yang dilaporkan mengalami menjadi sentimen utama yang membuat mampu mempertahankan posisi di zona hijau hingga Senin (15/4) sore. Menurut catatan Bloomberg Index, Garuda mengakhiri transaksi dengan menguat 57 poin atau 0,41% ke level Rp14.063 per dolar AS.

Sementara itu, siang tadi menetapkan kurs tengah berada di posisi Rp14.067 per dolar AS, menguat 86 poin atau 0,61% dari perdagangan sebelumnya di level Rp14.153 per dolar AS. Di saat yang bersamaan, mayoritas mata uang Asia berhasil mengungguli greenback, dengan kenaikan tertinggi sebesar 0,54% menghampiri won Korea Selatan.

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan bahwa Indonesia pada bulan Maret 2019 mengalami surplus sebesar 540 juta dolar AS. Surplus ini berasa dari surplus neraca nonmigas Maret 2019 yang mengalami surplus sebesar 988 juta dolar AS. Tetapi, neraca migas tercatat defisit sebesar 448 juta dolar AS, meski impor sudah menurun.

“Situasi perekonomian global tahun ini tidak mudah, negara-negara tujuan kita mengalami perlambatan , komoditas fluktuatif. Tetapi, Alhamdulillah neraca dagang kita masih surplus,” ujar Kepala BPS, Suhariyanto. “Surplus dipicu oleh kenaikan ekspor yang lebih cepat dibanding kinerja impor.”

Secara kumulatif, neraca perdagangan Januari hingga Maret 2019 masih mengalami defisit sebesar 193,4 juta dolar AS, terutama dikarenakan sektor migas yang defisit 1,34 miliar dolar AS. Pihaknya berharap pada bulan-bulan berikutnya, neraca perdagangan kembali mencatatkan surplus. “Pemerintah sudah membuat berbagai kebijakan memacu ekspor dan sebaliknya berupaya mengendalikan impor,” pungkas Suhariyanto.

Dari pasar global, indeks dolar AS terpantau bergerak lebih rendah pada hari Senin, setelah University of Michigan melaporkan bahwa sentimen konsumen AS berada di bawah ekspektasi. Mata uang Paman Sam terpantau melemah 0,112 poin atau 0,12% ke level 96,860 pada pukul 12.33 WIB, melanjutkan tren negatif di sesi sebelumnya.

Pada Jumat (12/4) waktu setempat, indeks konsumen AS menurut laporan University of Michigan jatuh ke pembacaan 96,9, jauh di bawah ekspektasi untuk pembacaan 98,1, setelah dua bulan berturut-turut melihat kenaikan di atas ekspektasi. Data ini tidak mungkin mendorong untuk mengubah pendekatan mereka yang cenderung menunggu untuk kebijakan moneter.

Loading...