Neraca Dagang Surplus, Rupiah Berakhir Menguat

Rupiah menguatRupiah menguat pada transaksi awal pekan (15/7) ini - www.msn.com

JAKARTA – perdagangan Indonesia bulan Juni 2019 yang dilaporkan mengalami surplus, meskipun ekspor mengalami penurunan, membuat rupiah mampu melaju mulus di zona hijau sepanjang awal pekan (15/7) ini. Menurut paparan Index pada pukul 15.58 WIB, mata uang Garuda ditutup menguat 88 poin atau 0,63% ke level Rp13.920 per AS.

Sementara itu, Bank Indonesia siang tadi menetapkan kurs tengah berada di posisi Rp13.970 per dolar AS, menguat 115 poin atau 0,81% dari perdagangan sebelumnya di level Rp14.085 per dolar AS. Di saat yang bersamaan, mayoritas mata uang Asia juga mampu mengungguli greenback, dengan kenaikan tertinggi sebesar 0,57% menghampiri rupiah.

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan bahwa sepanjang Juni 2019 kemarin, Indonesia mengalami surplus sebesar 196 juta dolar AS, dengan total ekspor sebesar 11,78 miliar dolar AS dan impor 11,58 dolar AS. Walaupun ekspor mengalami penurunan 8,98% dari bulan sebelumnya, namun masih lebih tinggi daripada impor.

“Nilai neraca perdagangan Indonesia Juni 2019 mengalami surplus 196 juta dolar AS, yang disebabkan oleh surplus sektor nonmigas sebesar 11,62,8 miliar dolar AS, meskipun sektor migas defisit 966,8 juta dolar AS,” jelas Kepala BPS, Suhariyanto. “Kami berharap ke depan neraca perdagangan semakin membaik dengan kebijakan-kebijakan yang dilakukan pemerintah.”

Dari pasar global, dolar AS mencoba bertahan di teritori hijau pada hari Senin, di tengah ekspektasi pemotongan oleh dan penantian pasar mengenai data . Mata uang Paman Sam terpantau menguat tipis 0,027 poin atau 0,03% ke level 96,837 pada pukul 12.40 WIB.

Seperti diberitakan Reuters, pertumbuhan ekonomi China diprediksi akan melaju lebih lambat karena rendahnya permintaan dan ketegangan perdagangan dengan AS yang tak kunjung pudar. Angka penjualan ritel, output industri, atau produk bruto (PDB) kuartal kedua yang lebih lemah dapat menyebabkan investor menjauh dari mata uang Asia dan dolar Australia.

Loading...