Negara makin Kisruh, GPII Adakan Rapat Konsolidasi di Bogor

gpii

Bogor – Gerakan Pemuda Islam (GPII) se-Jabodetabek-Banten- mengadakan pertemuan di kawasan Puncak, Bogor. kemarin (5/12). Dalam pertemuan lintas generasi yang menyoroti isu keumatan dan kebangsaan di Indonesia tersebut, hadir ratusan kader yang mewakili berbagai daerah.

Dalam Rapat Konsolidasi tersebut, Karman BM sebagai Ketua GPII mengatakan bahwa sejumlah kegaduhan yang terjadi di pemerintahan membuat keadaan Indonesia kini semakin sulit.

“Banyak kegaduhan terjadi, mulai dari tidak taat pada . Wapres secara terbuka menyerang pimpinan lembaga tinggi negara yang lain sehingga terjadi turbulensi politik yang membuat menjadi tidak lagi memiliki arah,” ungkapnya dalam sebuah surat yang dikirim ke awak media, kemarin (5/12).

Perihal lain yang juga disoroti adalah mengenai potensi disintegrasi bangsa, konflik antar-umat beragama, serta perebutan sumber daya alam, dan krisis ekonomi sosial.

“Untuk itulah GPII berkumpul di sini (Puncak) bersama sama para senior-senior GPII lintas generasi untuk menyatukan persepsi, menyamakan gerak, dan mengambil sikap. Hal itu agar sedini mungkin mampu merespons dengan sikap yang tepat dan cerdas untuk menghadapi berbagai problematika kebangsaan ini,” papar Karman.

“GPII siap mempertaruhkan semuanya untuk mempertahankan NKRI sesuai slogan perjuangan kami, Islam Yes, NKRI Yes, ” lanjutnya.

Sepaham dengan Karman, mantan Brigade Gerakan Pemuda Islam 2010-2013 Herlambang Wibowo menyatakan dukungannya pada junior-juniornya untuk tetap konsisten mengkritisi sikap pemerintah. Salah satu kasus yang masih hangat diperbincangkan saat ini adalah tentang kisruh Freeport yang menyeret nama Sudirman Said dan Setya Novanto.

Kasus #papamintasaham ini seolah membuka kelemahan dan ketidakberdayaan Jokowi dalam menghadapi pihak Asing. “Jika Jokowi tak mampu menasionalisasi Freeport maka sudah layak Jokowi JK untuk turun dari takhtanya,” ucap Herlambang.

Loading...