Negara Asia Dukung Resolusi Yerusalem, Trump Ancam Stop Bantuan

Resolusi Yerusalem - news.okezone.com

NEW YORK – Dalam pemungutan suara yang diadakan Majelis Umum pada hari Kamis (21/12) waktu setempat, sebanyak 128 mendukung resolusi yang menentang pernyataan AS yang menyebut Yerusalem sebagai ibukota . Negara-negara di , yang mayoritas berpenduduk , pun mendukung keputusan tersebut meski Presiden Donald Trump mengancam akan memotong bantuan kepada negara-negara yang menentang keputusannya.

Dikutip Nikkei, negara-negara berpenduduk Muslim telah terang-terangan mengutuk tindakan yang dilakukan AS karena akan merusak ‘solusi dua negara’ antara Israel dan Palestina sebagai dua negara berdaulat dengan Yerusalem sebagai ibukota bersama. Menurut Duta Besar Indonesia untuk , Dian Triansyah Djani, Indonesia menolak pengakuan AS terhadap Yerusalem (Al Quds-As Sharif) sebagai ibukota Israel.

“Rakyat Indonesia menaruh harapan tinggi kepada PBB dan negara-negara anggotanya, yang resolusinya telah dilanggar secara terang-terangan, untuk membuat keputusan yang tepat dan membuat pendirian yang kuat melawan pengakuan sepihak yang bertentangan dengan ,” katanya. “Kami juga mendesak negara-negara agar tidak mengikuti AS dalam memindahkan kedutaan mereka dari Tel Aviv.”

Langkah Trump juga mendapat kecaman dari Duta Besar Malaysia, Dato ‘Muhammad Shahrul Ikram Yaakob, yang berpendapat bahwa hal itu telah menyebabkan dan menimbulkan frustrasi di mayoritas negara , terutama di dunia Muslim. Dia berharap bahwa Washington dapat memberikan kontribusi yang bermanfaat dengan membatalkan keputusannya dan memikul tanggung jawabnya dalam membantu mewujudkan perdamaian yang komprehensif berdasarkan solusi dua negara.

Sementara itu, Duta Besar Bangladesh, Masud Bin Momen, menuturkan pihaknya prihatin atas kemungkinan konsekuensi serius dan ancaman terhadap perdamaian dan keamanan internasional imbas keputusan AS. Menurutnya, hal ini dapat menimbulkan gelombang baru ketegangan, permusuhan, dan ekstremisme kekerasan di Timur Tengah yang sudah tidak stabil, yang mungkin dapat menjalar ke belahan dunia lain.

Dalam voting tersebut, sebanyak 128 negara dari total 193 anggota memilih setuju dengan rancangan resolusi yang menolak keputusan AS untuk mengakui Yerusalem sebagai ibukota Israel. Hanya sembilan negara yang menentang resolusi, sedangkan 35 negara lainnya memilih abstain, di antaranya Kanada, Meksiko, Filipina, dan Australia. Sementara, Inggris dan Prancis memilih resolusi tersebut, seperti yang dilakukan hampir seluruh negara Asia, termasuk Jepang dan Korea Selatan.

Share this post

PinIt
Loading...
scroll to top