Nasib RUU Pajak AS Kembali Dipertanyakan, Rupiah Ditutup Menguat

ternyata mampu mempertahankan tren pada Jumat (15/12) ini meski indeks dolar AS sanggup bertahan di zona hijau ketika muncul kekhawatiran nasib reformasi Paman Sam. Menurut Index pukul 15.59 WIB, Garuda menutup transaksi akhir pekan dengan penguatan tipis sebesar 6 poin atau 0,04% ke level Rp13.570 per dolar AS.

Sebelumnya, rupiah berakhir rebound dengan menguat 14 poin atau 0,10% di posisi Rp13.576 per dolar AS pada tutup dagang Kamis (14/12) kemarin. Tren positif mata uang NKRI berlanjut pagi tadi dengan naik 8 poin atau 0,06% ke level Rp13.568 per dolar AS saat membuka . Sepanjang transaksi hari ini, spot bergerak di kisaran Rp13.561 hingga Rp13.583 per dolar AS.

Dari pasar , indeks dolar AS bertahan di zona hijau pada perdagangan Jumat meski masih ada kekhawatiran akan ketidakpastian nasib reformasi pajak Paman Sam. Mata uang terpantau menguat 0,069 poin atau 0,07% ke posisi 93,558 pada pukul 09.20 WIB, setelah sebelumnya ditutup naik 0,32% di level 93,70 pada Kamis waktu setempat.

Menurut laporan Reuters, mata uang AS telah naik ke level tertinggi dalam satu bulan pada Selasa (12/12) kemarin, namun sempat tergelincir setelah memutuskan memperketat kebijakan moneter dan cenderung khawatir mengenai laju inflasi yang rendah. Greenback turun lebih jauh pada transaksi kemarin setelah dua senator Partai Republik dilaporkan meminta perubahan pada RUU untuk merombak pajak di AS.

“Negosiasi cenderung bertahan hingga menit terakhir dalam situasi seperti ini. Jadi, tidak mengherankan, terutama karena mereka yang mencari perubahan pada undang-undang tersebut kemungkinan mendapat kepercayaan dari kekalahan Republikan di Alabama,” kata ahli strategi senior di Barclays di Tokyo, Shin Kadota. “Dampak positif pada dolar AS bisa dibatasi karena pasar sudah memiliki perkiraan dalam skenario seperti itu.”

Sementara itu, Bank Indonesia siang tadi menetapkan kurs tengah berada di level Rp13.573 per dolar AS, melemah 8 poin atau 0,06% dari perdagangan sebelumnya di posisi Rp13.565 per dolar AS. Di saat yang bersamaan, mata uang Asia tidak berdaya versus greenback, dengan pelemahan terdalam sebesar 0,14% dialami won Korea Selatan, disusul dolar Singapura yang terdepresiasi 0,11%.

Loading...