Naiknya Anggaran Bukan Patokan Pertumbuhan Ekonomi Nasional

jusuf-kalla

Jakarta – Wakil Presiden (Wapres) menyampaikan bahwa pertumbuhan anggaran tidak dapat dijadikan sebagai tolok ukur pertumbuhan . Alasannya, pertumbuhan hanya dapat ditentukan dari sisi kemajuan investasi.

Oleh karena itu, Wapres JK menilai, sudah saatnya ekonomi dalam negeri berhenti bergantung pada sumber dana . JK mendorong agar pihak swasta, investasi, dan mengambil porsi lebih besar dalam ekonomi Indonesia.

“Kalau kita bicara pertumbuhan bukan hanya anggaran, tapi bagaimana kita menggunakan anggaran itu. Karena, kalau dari sisi kemajuan itu ditentukan oleh investasi pemerintah, investasi swasta, investasi . Atau kalau kita balik, mengenai konsumsinya,” ujar Wapres JK saat ditemui di Gedung Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Jakarta, kemarin (22/3).

Disampaikan oleh JK, porsi anggaran belanja negara selalu dua kali lipat atau 100% tiap 5 tahun sekali. Sementara, pertumbuhan ekonomi di periode yang sama hanya sekitar 5%.

“Maka dari itu, tentu anggaran itu tidak hanya yang diukur tidak hanya dengan anggaran negara, tapi juga menyangkut investasi swasta dan masyarakat secara keseluruhan. Artinya, pemerintah bertugas menggerakkan pembangunan masyarakat karena Pemerintah tidak bisa berdiri sendiri,” katanya.

Untuk diketahui, realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Penyesuaian (APBNP) mencapai 95,5% yakni sebesar Rp 1.235,8 triliun dari jumlah yang dianggarkan Rp 1.294 triliun. Badan Pusat Statistik () pun mencatat pertumbuhan belanja pemerintah tahun masing-masing mencapai 5,38%, yang mana angka tersebut lebih tinggi dari tahun sebelumnya yakni sebesar 1,16%.

Loading...