Musim Hujan, Harga Melon Per Kg Hari Ini Turun Hingga Rp 4.000

Melon - halloyahya.com

Hujan yang melanda beberapa di termasuk Kulonprogo belakangan ini ternyata membuat para melon di Desa Kaligintung, Kecamatan Temon terpaksa harus memanen dini melon mereka di . Bahkan melon per kg hari ini juga dilaporkan karena cuaca yang kurang mendukung.

Menurut salah seorang petani setempat bernama Ahmad, hujan dengan intensitas sedang yang belakangan ini melanda Kulonprogo menyebabkan tanah pertanian melon menjadi terlalu basah. “Bisa merusak , kalau tidak segera dipanen nanti busuk,” ujar Ahmad.

Lebih lanjut Ahmad menuturkan jika rata-rata melon yang ditanam oleh petani di wilayahnya adalah jenis melon action. Melon jenis ini mempunyai ciri khas kuat dari ancaman virus dan lebih tahan hujan. Selain itu masyarakat perkotaan disebut-sebut lebih menyukai melon action lantaran warnanya oranye dan mempunyai rasa yang manis.

Sayangnya saat ini tanaman melon sudah mulai layu dengan batang yang kisut. Padahal idealnya melon dipanen dalam kondisi matang dan siap konsumsi setelah 60 hari tanam. Namun kini melon sudah harus dipanen dan disetor ke pengepul meskipun baru memasuki masa tanam 57 hari. Dengan kondisi curah hujan seperti saat ini, hasil panen yang biasanya mencapai 28 ton pun menyusut jadi 50% saja menjadi 14 ton. Tak cukup sampai di situ, harga melon pun menurun dari yang biasanya mencapai Rp 7.000 hingga Rp 8.000 per kg, kini hanya dijual Rp 4.000 per kilogram.

Sementara itu, pedagang buah-buahan di Pasar Sentral Youtefa, Abepura, Kota Jayapura, Papua juga mengeluh karena pembeli belakangan ini sedang sepi. Menurut salah seorang pedagang buah bernama Sri Lestari, harga beberapa jenis karena panen sedang sepi. “Yang antara lain buah naga dan buah semangka. Sekarang buah naga harganya dari Rp25 ribu menjadi Rp 35 ribu. Terus buah melon dan semangka, dari harga Rp 10 ribu sampai Rp 30 ribu,” jelasnya.

Menurutnya, harga buah-buahan naik karena disebabkan sejumlah . “Sekarang mahal karena bukan musimnya. Yang sekarang lagi musim itu mangga. Kalau jeruk tidak laku, banyak yang layu dan busuk,” papar Sri.

Loading...