Mulai 2016, Perusahaan E-commerce Masuk dalam List Sensus Ekonomi BPS

– Mulai tahun ini, Badan Pusat Statistik () melalui Sensus Ekonomi akan mendata -perusahaan e-commerce dan menjadi kali pertama dilakukan di Indonesia.

“Sensus Ekonomi adalah pendataan lengkap seluruh aktivitas ekonomi di berbagai sektor kecuali pertanian, seperti sektor pertambangan, penggalian, , konstruksi, perdagangan, jasa, real estate, hingga . Namun, hal yang menarik di tahun adalah didatanya perusahaan e-commerce yang belum pernah dilakukan sebelumnya,” terang Suryamin, Kepala BPS ketika ditemui di kantornya, Jumat (18/3).

BPS mulai memperhitungkan sektor berbasis sebagai subjek data setelah memantau perkembangannya yang pesat dalam beberapa tahun terakhir. Diakui oleh Suryamin, e-commerce menjadi salah satu sektor ekonomi yang turut menggerakkan laju domestik bruto ().

”Jadi, yang berkembang sekarang juga akan kita sensus. Ini sangat berbeda dari sensus-sensus yang sebelumnya,” ujarnya.

Tak hanya menyasar perusahaan e-commerce berbadan usaha, BPS juga akan memantau usaha berskala rumah tangga seperti halnya yang dijalankan oleh mahasiswa atau ibu rumah tangga.

”Pokoknya dari penyediaan jasa seperti tukang cukur, salon, pedagang eceran, hingga perusahaan raksasa itu akan kita survei,” kata Suryamin.

Dalam proses pencacahan data, Suryamin memastikan pihaknya akan menjaga segala kerahasiaan data yang didapat.

”Kami jamin kerahasiaan semua datanya, termasuk dari pajak dan lain-lain,” lanjut Kepala BPS ini.

Untuk memuluskan Sensus Ekonomi 2016, pemerintah telah menggelontorkan anggaran sebesar Rp 2,4 triliun. Dana tersebut, 90%-nya akan digunakan untuk membayar upah petugas pencacah berjumlah 356.000 orang yang terdiri dari petugas BPS dibantu petugas dari pihak masyarakat. Proses pengambilan data akan mulai dilakukan pada 1-31 Mei 2016 mendatang.

Loading...