Misi 2019, Reshuffle Kabinet Jokowi Gandeng Golkar dan Militer

Presiden Joko Widodo - www.suratkabar.idPresiden Joko Widodo - www.suratkabar.id

JAKARTA – pada Rabu (17/1) kemarin melakukan reshuffle kabinet, salah satunya melantik Idrus Marham dari Partai Golkar untuk jabatan dan menggandeng beberapa mantan ke dalam kabinetnya. Langkah ini ditengarai meningkatkan pengaruh Golkar di pemerintahan, yang diketahui mendukung dirinya untuk pemilihan presiden 2019, serta memperlambat langkah Prabowo Subianto yang disebut-sebut sebagai pesaing terkuat dalam pemilu mendatang.

Nikkei melaporkan, Idrus Marham, Sekretaris Jenderal Partai Golkar, ditunjuk sebagai menteri sosial untuk menggantikan Khofifah Indar Parawansa dari PKB, yang mencalonkan diri sebagai . Penggantian tersebut meningkatkan pengaruh Golkar di kabinet Joko Widodo, termasuk Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto, yang menjadi ketua partai pada bulan Desember.

Kementerian Sosial sendiri mengawasi penyaluran bantuan ke daerah, sebuah posisi yang dipandang sebagai kunci di depan 171 pemilihan daerah yang akan diadakan pada bulan Juni mendatang. Politisi Golkar lainnya, Bambang Soesatyo, sebelumnya telah disumpah sebagai pembicara baru DPR, membantu memperkuat dukungan Jokowi di parlemen.  “Ini adalah kemenangan besar bagi Golkar, yang telah mengumumkan dukungan untuk Jokowi dalam pemilihan berikutnya,” kata direktur eksekutif pollster Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi.

Reshuffle ini dilakukan pada saat reputasi Golkar di Tanah Air sedang drop. Mantan ketua partai dan mantan Ketua DPR, Setya Novanto, telah didakwa oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) atas dugaan perannya dalam kasus korupsi e-KTP. Hartarto kemudian dipilih menggantikan Novanto sebagai ketua dan berjanji untuk mereformasi partai tersebut.

Selain Golkar, Jokowi juga membawa lebih banyak mantan anggota militer ke dalam lingkup kabinet yang dipimpinnya. Mantan komandan militer, Moeldoko, telah ditunjuk sebagai kepala staf kepresidenan yang baru, sedangkan Agum Gumelar yang merupakan mantan jenderal dan menteri pertahanan, diangkat menjadi anggota Dewan Pertimbangan Presiden.

Beberapa pengamat melihat keputusan tersebut sebagai upaya untuk memperlambat momentum mantan Jenderal Prabowo Subianto, yang dipandang sebagai pesaing terkuat dalam pemilihan presiden 2019. Mantan Menteri , Anies Baswedan, yang didukung oleh Subianto, sebelumnya telah memenangkan kursi Gubernur DKI Jakarta tahun lalu dengan mengalahkan Basuki Tjahaja Purnama, salah satu ‘sekutu’ Jokowi.

Perombakan kabinet terbaru ini terbilang jauh lebih kecil daripada reshuffle sebelumnya di bulan Juli 2016, yang mengakibatkan adanya perubahan besar dalam jajaran menteri utama. Pengamat melihat bahwa perubahan terakhir sebagian besar didorong alasan politis dan tidak akan banyak memengaruhi kebijakan . Indeks saham acuan Indonesia hanya sedikit berubah pada awal perdagangan pada hari Rabu kemarin, sementara rupiah sedikit terhadap dolar AS.

Loading...