Minim Sentimen Domestik, Rupiah Melemah Tipis 1 Poin di Pembukaan

rupiah - www.cermati.com

Jakarta mengawali pagi hari ini, Kamis (7/12) dengan pelemahan sebesar 1 poin atau 0,01 persen ke posisi Rp 13.547 per dolar AS. Sebelumnya, (Rabu (6/12) berakhir terdepresiasi 0,2 persen atau 27 poin menjadi Rp 13.546 per dolar AS setelah diperdagangkan pada rentang angka Rp 13.517 hingga Rp 13.548 per USD.

Gerak rupiah diperkirakan akan banyak dipengaruhi oleh sentimen . Tren pelemahan rupiah ini juga diprediksi terus berlanjut sampai akhir pekan karena para pelaku kini tengah menanti data dari Amerika Serikat. Sementara itu, dari dalam negeri masih minim sentimen yang dapat mendorong penguatan mata uang Garuda.

Menurut Ekonom Rully Arya Wisnubrata, ia tak terlalu yakin jika data internal Survei bulan November 2017 yang dirilis hari ini, Kamis (7/12) dapat mengerek gerak rupiah di pasar spot karena menurutnya data tersebut tak mempunyai pengaruh yang terlalu besar pada cakupan global. “Data internal yang signifikan dapat membantu pergerakan rupiah adalah dan ,” kata Rully seperti dilansir Kontan.

Di sektor global, hari ini juga akan dirilis data klaim pengangguran Amerika Serikat yang diprediksi akan naik ke angka 241.000. Akan tetapi Rully menilai bahwa efek rilis data klaim pengangguran terhadap dollar hanya bersifat sementara. Pasalnya, pada Jumat (8/12) akan dirilis data perubahan tenaga kerja non farm AS yang lebih memiliki efek di pasar spot.

Sementara itu, pasar juga tengah menanti pidato Gubernur bank sentral Eropa (ECB) Mario Draghi di agenda Bank for International Settlements di Frankfurt hari ini. Menurut Rully, sampai seminggu ini mata uang Garuda masih akan melanjutkan koreksinya. “Tergantung dari sentimen global sampai akhir pekan ini, terutama antisipasi terhadap rilis tenaga kerja non farm AS,” beber Rully.

Loading...