Meski Kontroversi, Banyak Pedagang Pakai Styrofoam untuk Kotak Nasi Karena Harganya Murah

Styrofoam - www.imgclub.orgStyrofoam - www.imgclub.org

Meskipun terbilang praktis dan mudah ditemukan di , kemasan untuk kotak nasi dari bahan gabus alias styrofoam memang masih menjadi kontroversi sampai saat ini. Pasalnya, penggunaan styrofoam untuk mengemas disebut-sebut dapat membawa dampak yang buruk bagi .

Menurut spesialis dari RS Mitra Keluarga Bekasi, dr. Wim Panggarbesi, SpB(K)Onk, kebiasaan makan makanan panas dari wadah berbahan Styrofoam dapat memicu timbulnya mematikan seperti . “Styrofoam itu kan kalau dipanaskan bisa terurai bahan kimianya, kalau kita makan dari situ ya ikut termakan dan bisa merusak gen. Gen rusak itu yang nantinya bisa menjadi ,” kata dr. Wim, seperti dilansir Detik.

Lebih lanjut dr. Wim mengungkapkan bahwa kebiasaan tersebut dapat memicu risiko terserangnya seluruh jenis kanker, terutama yang paling berisiko adalah sakit kanker darah. “Sebab yang paling mudah rusak itu kan bagian yang cepat membelah diri seperti sumsum tulang. Paling cepat itu,” ungkapnya.

Oleh sebab itu, dr. Wim mengimbau agar bahan kemasan makanan styrofoam sebaiknya tak digunakan untuk membungkus makanan panas, melainkan untuk makanan-makanan bersuhu netral atau dingin saja.

Sementara itu, di Kota Bandung justru muncul larangan tegas dari pihak Pemkot Bandung yang menyatakan bahwa pemakaian kemasan makanan dan minuman dari styrofoam tak lagi diperbolehkan. Beberapa makanan pun mengaku kesulitan mencari alternatif kemasan apabila peraturan tersebut resmi diberlakukan.

“Cup plastik itu tipis, kalau styrofoam lebih tahan panas. Bingung, kalau yang dibungkus pakai plastik kadang pembeli gak mau ribet makan di tempat pasti pakai styrofoam. Jadi belum tahu alternatifnya,” kata Ryan, salah satu pedagang seblak.

Selain kualitasnya dianggap lebih memenuhi kebutuhan, styrofoam lebih banyak dipakai oleh para pedagang makanan dan nasi kotak lantaran harganya relatif lebih murah. Ada beberapa jenis bungkus Styrofoam yang biasanya ditawarkan, yakni TF2 polos yang berukuran 13 x 15 cm Rp 23.000 per bal (isi 100), TF3 polos 17 x 18 cm harganya Rp 35.000 per bal (isi 100), TF3 17 x18 cm dengan sekat harganya Rp 35.000 per bal (isi 100), dan kemasan styrofoam HB untuk hamburger 13 x 13 cm dipatok Rp 44.000 per bal (isi 200).

Loading...