Merupakan Obat Antihistamin, Ryvel Drop Dibanderol dengan Harga Rp 71 Ribuan

Ryvel Drop - www.tokopedia.comRyvel Drop - www.tokopedia.com

Sebagian orang di dunia ini memiliki masalah dengan , entah terhadap , cuaca, debu, atau sebagainya. Alergi biasanya terjadi saat tubuh salah mengenali sebagai zat berbahaya, sehingga timbul reaksi alergi sebagai mekanisme pertahanan tubuh. Gejala alergi biasanya seperti ruam kulit yang gatal dan kemerahan, bengkak pada mata, mulut, dan , mual dan muntah, diare, hingga sesak napas.

Dr. Muliani Sukiman mengungkapkan, ada beberapa jenis makanan yang sering memicu alergi, misalnya saja ikan, seafood atau makanan laut, telur, kacang-kacangan, susu, atau gandum. “Namun jenis makanan lain dapat pula memicu timbulnya alergi, tergantung pada sensitivitas masing-masing individu,” dr. Muliani, seperti dilansir Malangvoice.

Untuk menangani alergi, biasanya meliputi pemberian obat antihistamin untuk meredakan reaksi alergi. Obat yang dikonsumsi bisa obat yang mengandung zat aktif cetirizine yang merupakan golongan antihistamin. Saat ini sudah banyak obat-obatan alergi yang mengandung cetirizine, salah satunya obat dengan Ryvel Novell.

Ryvel adalah obat antihistamin yang digunakan untuk mengatasi rinitis alergi menahun dan musiman, urtikaria idiopatik kronik. Ryvel drop memiliki potensi yang rendah untuk menimbulkan samping kantuk pada dosis farmakologinya. Ryvel drop kontraindikasi dengan yang hipersensitif terhadap Cetirizine.

Ryvel termasuk obat keras yang harus ditebus di apotik dengan resep . Obat yang mengandung komposisi utama Cetirizine HCl ini tersedia dalam berbagai wujud sediaan, mulai dari drop, tablet, dan juga sirup. Harga Ryvel Drops 10 ml 10 mg/ml di Apotek K24 misalnya, dibanderol Rp 71.104 per botol, sama seperti harga Ryvel Syrup 60 ml 5 mg/5 ml.

Perlu diingat bahwa konsumsi obat alergi hanya bertujuan untuk meredakan dan mengontrol gejala, namun tidak bisa menghilangkan alergi secara total. Menurut dr. Muliani, alergi memang tak bisa disembuhkan karena berkaitan dengan kekebalan tubuh manusia. “Artinya bila kembali mengonsumsi makanan yang memicu alergi maka dapat terjadi kekambuhan alergi kembali. Oleh karena itu sangat penting bagi pasien untuk mengenali sumber penyebab alergi yang timbul dan menghindari konsumsinya,” tutupnya.

Loading...