Menteri Jokowi Ditangkap KPK, Rupiah Tetap Berakhir Menguat

Rupiah - www.seputarforex.comRupiah - www.seputarforex.com

JAKARTA – mampu mempertahankan posisi di area hijau pada perdagangan Rabu (25/11) sore ketika domestik dihebohkan dengan kabar penangkapan Menteri Kelautan dan Perikanan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Menurut catatan Bloomberg Index pada pukul 14.59 WIB, Garuda menguat 11 poin atau 0,08% ke level Rp14.144 per dolar AS.

Sementara itu, data yang diterbitkan pukul 10.00 WIB tadi menetapkan kurs acuan Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) berada di posisi Rp14.169 per dolar AS, menguat 27 poin atau 0,19% dari sebelumnya di level Rp14.196 per dolar AS. Di saat yang bersamaan, sejumlah mata uang juga mengungguli greenback, dengan kenaikan tertinggi sebesar 0,49% dialami won Korea Selatan.

Hari ini, pasar dalam negeri dikejutkan dengan kabar penangkapan Menteri Kelautan dan Perikanan, Edhy Prabowo, oleh KPK. Dikutip dari CNBC Indonesia, Edhy diduga terlibat dalam kasus ekspor benih lobster atau benur. Dalam pesan kepada jurnalis, Ketua KPK, Firli Bahuri, menjelaskan bahwa Edhy diamankan KPK di Bandara Soekarno-Hatta saat kembali dari Honolulu.

Dari pasar , indeks dolar AS masih berada di bawah tekanan pada hari Rabu karena kemajuan dalam pengembangan dan ekspektasi untuk dorongan fiskal dari AS memicu peralihan dana ke aset berisiko. Mata uang Paman Sam terpantau melemah 0,148 poin atau 0,16% ke level 92,078 pada pukul 14.47 WIB.

Seperti diberitakan Reuters, penelitian yang menunjukkan bahwa vaksin COVID-19 dapat tersedia sebelum akhir tahun telah mengirim saham AS melonjak ke rekor tertinggi dan mengurangi daya tarik untuk menahan dolar AS. Selera risiko juga meningkat setelah pemerintahan Donald Trump mulai bekerja sama dengan transisi Joe Biden, dan ada laporan bahwa Janet Yellen akan mengambil posisi teratas di Departemen Keuangan.

“Kenaikan imbal hasil dapat memberikan dolar AS beberapa dukungan, tetapi arah keseluruhannya akan mengarah lebih rendah,” kata ahli strategi valuta asing senior di IG Securities di Tokyo, Junichi Ishikawa. “Tren telah bergeser untuk mendukung aset berisiko. Yellen akan bekerja sama dengan The Fed dan mendukung perekonomian. Suku bunga AS akan tetap rendah untuk waktu yang lama.”

Loading...