Menguat tipis, Rupiah disokong Jepang dan Tiongkok

rupiah ditransaksikan tipis pada sesi pembukaan perdagangan pagi ini (23/4). bergerak naik sebesar 11 basis poin dari posisi sebelumnya Rp 12.955 perDolar menjadi Rp 12.944 pada sesi pembukaan perdagangan antar bank lokal pagi ini.

Rully Nova selaku Pengamat Pasar Uang dari Himpunan Bank Saudara di Jakarta mengatakan bahwa munculnya harapan positif terhadap data produk domestik bruto (PDB) yang sedianya akan diumumkan oleh Badan Pusat Statistik dalam waktu dekat ini tidak jauh dari pencapaian kuartal I 2014 menjadi salah satu penopang mata uang rupiah. “PDB kuartal pertama berpotensi sedikit lebih tinggi dibandingkan kuartal akhir 2014 ditopang konsumsi masyarakat yang masih tinggi,” ujarnya.

Masih Menurut Rully, adanya harapan positif terhadap PDB menjadi salah satu penjaga fluktuasi mata uang rupiah terhadap untuk tetap bergerak dalam kisaran positif. “Selain dari konsumsi masyarakat yang tinggi, sumber pertumbuhan juga diperkirakan datang dari sisi pemerintah berupa belanja modal infrastruktur dan penyertaan modal negara (PMN) BUMN,” tambahnya.

Faktor Eksternal yang turut mendukung posisi Rupiah Antara lain adalah hingga berdampak positif pada mata uang Asia lainnya. Kini tinggal menunggu rilis data manufaktur saja, seperti tanggapan dari Rangga Cipta, Ekonom Samuel Sekuritas, “faktor eksternal masih membayangi penguatan Dolar jika data manufaktur Tiongkok diumumkan jauh lebih buruk dari perkiraan,” kata Rangga.

Loading...