Mengendap di Bank, Dana APBN 2015 Sebesar Rp249 Triliun Tak Digunakan

gudang-uang-bi

Menteri Dalam Negeri (), Tjahjo Kumolo, mengungkapkan bahwa pada tahun 2015, dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara () yang tidak dapat diserap mencapai Rp249 triliun. Dana tersebut hanya mengendap di bank yang disimpan oleh oknum kepala daerah.

“Ada sekitar Rp249 triliun dana pembangunan pada tahun 2015 macet karena disimpan oknum gubernur dan bupati di bank,” ungkap Tjahjo di Bengkulu, Kamis (21/1). “Hal tersebut tidak boleh terjadi lagi pada tahun 2016.”

Ia melanjutkan, tak hanya dana pembangunan yang tidak terserap dengan baik. Tetapi, dana desa juga mengalami hal yang sama dengan jumlah mencapai ratusan triliun. Sementara, dana bantuan sosial sebesar Rp100 triliun baru dicairkan menjelang pilkada.

Ditambahkan Tjahjo, alasan penyimpanan dana tersebut oleh oknum kepala daerah karena mereka takut berurusan dengan jaksa dan polisi. “Kenapa harus takut mengakses dana itu kalau tidak korupsi,” ujarnya.

Ia menambahkan, karena ketakutan itu, pembangunan di daerah menjadi terhambat. Untuk mengantisipasi kasus serupa tidak terulang kembali, pelaksanaan semua pda tahun 2016 dipercepat, dan pada bulan Januari sudah mulai terlaksana semua.

“Hal ini agar dana pembangunan yang dialokasikan dapat terserap dengan baik,” jelas dia. “Dengan berjalannya proyek pemerintah, maka ekonomi di daerah juga akan menggeliat.”

Ia berharap, tahun ini penyaluran usaha rakyat () dan dana desa bisa lebih baik. “Ini agar yang direncanakan pemerintah bisa direalisasikan sesuai rencana,” tutupnya.