Mengapa Kurs Rupiah Turun-Naik?

atau Kurs Rupiah naik-turun setiap harinya. Kadang melemah, tak jarang juga menguat. Mengapa bisa begitu? Apa saja faktor yang mempengaruhinya?

Berikut kita analisa beberapa penyebabnya,

Perbedaan laju di antara dua

Bagi anda yang belum mengetahui arti dari istilah inflasi, Inflasi adalah proses meningkatnya -harga barang dan pelayanan/ secara bersamaan dan terus menerus. Jika Suatu negara tingkat inflasinya rendah , maka nilai tukar mata uangnya akan lebih kuat daripada negara yang inflasinya lebih tinggi. (purchasing power) dari mata uang negara yang inflasinya lebih rendah relatif lebih besar dari negara yang inflasinya lebih tinggi. Jika suatu negara mengalami laju inflasi yang tinggi, maka nilai mata uang atau kursnya akan mengalami depresiasi dibandingkan negara yang menjadi kongsi dagangnya.

Perbedaan tingkat suku bunga di antara dua negara

Suku bunga, pada dasarnya adalah jumlah bunga yang dibayarkan per unit waktu. Sama halnya dengan inflasi, suku bunga sangat berhubungan erat dengan kurs rupiah kita. Merubah tingkat suku bunga, sama halnya dengan mempengaruhi inflasi dan kurs rupiah. Suku bunga yang semakin tinggi akan menyebabkan meningkatnya permintaan akan mata uang tersebut. Sebagai Investor, baik dalam dan luar negeri pasti akan tertarik dengan suku bunga yang besar.

Neraca antara dua negara

Neraca perdagangan berisi semua aktifitas pembayaran dari hasil jual beli barang dan jasa antara dua negara. Neraca perdagangan disebut defisit jika suatu negara membayar lebih banyak ke negara partner dagangnya dibandingkan dengan pembayaran yang diterima dari negara partner dagangnya. Dikarenakan lebih banyak membayar (membeli), maka mata uang negara penjual lebih banyak dibutuhkan, disinilah nilai kurs suatu mata uang dilemahkan.

Hutang publik (Public debt)

Neraca anggaran domestik digunakan juga untuk membayar proyek-proyek untuk kepentingan publik dan pemerintahan. Jika anggaran defisit maka hutang publik akan membengkak, hal inilah yang menyebabkan naiknya laju inflasi. Defisit anggaran dapat ditutup dengan menjual bond atau mencetak uang. Keadaan akan semakin memburuk bila suatu negara mengalami gagal bayar (default ). Public debt yang semakin tinggi jelas akan semakin memperlemah nilai tukar mata uang suatu.

Perbandingan harga ekspor dan harga impor

pelabuhan_bongkarmuatApabila harga ekspor meningkat lebih cepat dari harga impor maka nilai tukar mata uang negara tersebut akan menguat. Jika permintaan akan barang dan jasa naik, maka permintaan mata uangnya juga akan meningkat.

Kondisi politik dan negara

Pada dasarnya,negara dengan kinerja ekonomi yang bagus dan kondisi politik yang stabil akan lebih menarik minat calon investor. Negara dengan kondisi politik yang tidak stabil beresiko tinggi untuk dijadikan tempat berinvestasi, hal inilah yang pada akhirnya akan mempengaruhi nilai tukar mata uang negara tersebut.

Loading...