Mencetak Banyak Uang Bukan Solusi Hadapi Krisis Ekonomi Global

Dalam suatu wawancaranya dengan surat kabar Nikkei, asal Amerika Serikat, Jim Rogers, mengungkapkan bahwa dirinya tidak begitu optimistis tentang prospek dunia saat ini. Menurutnya, dengan mencetak banyak uang dan mengumpulkan sejumlah utang, tidak akan bisa memperbaiki keadaan dunia yang sedang dalam masa resesi.

“Saya tidak begitu optimistis tentang perekonomian global selama beberapa tahun terakhir,” kata Rogers. “ dalam masa resesi, sedangkan beberapa negara dan Amerika juga sedang menderita.”

Ditambahkannya, Amerika telah melakukan kesalahan dengan mencetak terlalu banyak uang dan memangkas rendah. “Jika pada tahun 2008, neraca The Federal Reserve 800 miliar , saat ini sudah hampir 5 triliun ,” sambungnya.

“Sayangnya, Bank Sentral Jepang (Bank of Japan) dan Bank Sentral Eropa (ECB) juga melakukan hal yang sama,” lanjut Rogers. “Jadi, situasi ini akibat banyaknya uang yang dicetak dan menumpuknya sejumlah utang.”

Rogers menambahkan, kebijakan ekonomi yang diambil Perdana Menteri Jepang, Shinzo Abe, dengan mencetak lebih banyak uang dan menurunkan suku bunga negatif memang akan menjadi solusi yang tepat dalam jangka pendek. “Namun untuk ke depannya, itu bukanlah cara yang benar. Cara Anda membangun ekonomi adalah dengan tabungan dan investasi. Anda harus terlebih dulu memiliki tabungan dan investasi sebelum mulai melakukan konsumsi,” lanjutnya.

Jadi menurut Rogers, mencetak banyak uang bukanlah solusi untuk memperbaiki krisis ekonomi saat ini. “Satu-satunya solusi adalah mengakui kesalahan kita dan mulai menghadapi masalah tersebut dari awal,” tambah Rogers.

Jika melihat situasi seperti saat ini, sambung Rogers, ia lebih memilih berinvestasi di Rusia. “Jika turun, saya akan membeli saham di sana (Rusia), setidaknya untuk jangka pendek. Rusia memiliki hasil yang sangat tinggi dalam rubel,“ ujarnya.

“Ada beberapa tempat di mana hal-hal baik akan terjadi,” tambah Rogers. “Namun, saya tidak ingin membeli (saham) di Amerika.”

Loading...