Menanti Hasil Rapat The Fed, Rupiah Melaju 30 Poin di Awal Dagang

Jakarta – Mengawali pada pagi hari ini, Rabu (14/12) rupiah dibuka 0,23 persen atau 30 poin ke Rp 13.295 per dolar AS. Kemudian rupiah kembali 0,26 persen atau 35 poin ke posisi Rp 13.290 per dolar AS pada pukul 08.03 WIB. Mata uang rupiah di tengah pelemahan indeks dolar AS sebesar 0,07 persen ke level 101.

Sebelumnya rupiah ditutup menguat tipis 0,05 persen atau 6 poin ke Rp 13.325 per dolar AS usai diperdagangkan pada rentang Rp 13.284 hingga Rp 13.332 per dolar AS. Research and Analyst , Faisyal mengungkapkan bahwa mata uang Garuda menguat karena para pelaku khawatir bakal mengubah arah kebijakan moneternya tahun depan usai menaikkan bulan ini.

“Hal ini ditandai dengan turunnya AS dari level tertinggi,” ujar Faisyal. Sementara itu Ekonom Samuel Sekuritas Indonesia, Rangga Cipta mengungkapkan bahwa indeks dolar AS mengalami koreksi bersamaan dengan kenaikan tipis minyak mentah sampai dini hari tadi. “The Fed yang ragu untuk memulai pengetatan moneter yang agresif bisa tekan penguatan dolar ke depan,” ujar Rangga.

Penguatan rupiah juga turut terdorong oleh data positif dari China yang merupakan tujuan ekspor utama Indonesia. industri China pada November 6,2 persen dari tahun lalu, sedangkan penjualan ritel tumbuh 10,8 persen. Pada Oktober, industri hanya naik 6,1 persen, sedangkan penjualan ritel naik 10 persen.

“Faktor eksternal akan mendominasi pergerakan rupiah di sepanjang minggu ini yang jika tanpa sesuatu yang mengejutkan dari the Fed, rupiah berpeluang menguat,” kata Rangga.

Dari dalam negeri, neraca dagang Indonesia dan juga hasil kebijakan moneter BI yang akan dilaporkan pada 15 Desember besok juga berpotensi untuk mempengaruhi gerak rupiah. “Suku bunga BI kemungkinan akan dipertahankan sehingga dapat menopang laju rupiah,” ucap Josua Pardede, Ekonom Bank Permata.

Loading...