Menanti Data Inflasi, Rupiah Dibuka Melemah 0,24%

Rupiah - faktualnews.coRupiah - faktualnews.co

Di awal pekan (3/9) ini, rupiah masih belum dapat keluar dari zona merah ketika menantikan rilis data inflasi Indonesia bulan Agustus 2018. Menurut catatan Index, mata uang Garuda membuka hari ini dengan melemah 35 poin atau 0,24% ke level Rp14.745 per . Sebelumnya, spot sudah ditutup turun 30 poin atau 0,20% di Rp14.710 per pada akhir pekan (31/8) kemarin.

dagang AS-China yang kembali memanas rentan menjatuhkan rupiah. Diketahui, AS berniat memberlakukan tarif antara 10% hingga 20% bagi China senilai 200 miliar AS,” tutur analis Monex Investindo Futures, Dini Nurhadi Yasyi, dilansir Kontan. “Investor pun mengamankan aset ke safe haven dan sebaliknya menghindari aset berkembang seperti rupiah.”

Tarif impor baru dari AS kepada China yang kemungkinan akan diberlakukan pada pekan ini membuat Dini memproyeksikan pelemahan rupiah masih akan terjadi. Meski, ada data inflasi domestik, tetapi tidak terlalu berpengaruh pada pergerakan mata uang Garuda. “Rupiah hari ini akan bergerak di kisaran Rp14.710 hingga Rp14.750 per dolar AS,” sambung Dini.

Sebaliknya, chief economist Bahana Sekuritas, Satria Sambijantoro, mengatakan bahwa data inflasi bulan Agustus yang diproyeksikan berada di angka 3,4% bisa membuat rupiah bergerak stabil selama sepekan ini. Selain itu, mata uang Garuda juga dapat bergerak stabil karena mendengar komitmen yang akan melakukan stabilisasi kurs mata uang domestik.

“Data inflasi kami proyeksikan bagus di angka 3,4% meski di atas prediksi Bank Indonesia, tetapi ini relatif rendah dibanding historical pattern inflasi Indonesia yang pernah di angka 5%,” ujar Satria. “Data inflasi bulan Agustus bakal meminimalkan potensi rupiah untuk melemah di pekan ini. Pada hari ini, spot berpotensi menguat setelah sebelumnya mengalami koreksi tajam.”

Loading...