Menanjaknya Harga Komoditas akan jadi Senjata Rupiah untuk Menguat

Jakarta garuda dibuka 16 poin mengawali di minggu ini (Senin pagi, 25/1). sampai di level Rp 13.861 per AS setelah tergelincir 0,12% dari posisinya di penutupan perdagangan pekan lalu. Namun tak lama berselang, Rupiah naik ke level Rp 13.847/USD setelah sempat stagnan di level Rp13.845/USD.

Penguatan Rupiah kali ini terendus sejalan dengan sejumlah mata uang Asia lainnya yang juga terhadap Dolar. Tren kenaikan dapat turut mendongkrak yang selama ini selalu dibayang-bayangi kuasa Dolar AS.

“Mulai meningkatnya komoditas, terutama minyak mentah dunia, membuat laju dolar terlihat melemah sehingga bisa dimanfaatkan oleh rupiah untuk dapat melanjutkan penguatannya,” tutur Reza Priyambada, Analis NH Korindo Securities Indonesia, dalam hasil risetnya (25/1).

Keputusan pemerintah untuk membatalkan pungutan PPN sebesar 10% untuk jual-beli daging sapi juga mendapat respon positif dari pasar. Pembatalan aturan tersebut, dipandang oleh para pelaku pasar akan membantu meningkatkan masyarakat yang berkontribusi langsung pada pemulihan .

“Meski laju rupiah mulai naik tipis. Namun, melihat masih adanya sejumlah sentimen negatif, membuat kami masih memperkirakan laju rupiah masih ada kecenderungan melemah terbatas di support (batas bawah) Rp 14.040 dengan tetap perhatikan sentimen yang ada,” pungkas Reza.

Loading...